Radarjombang.id – Stabilnya harga cabai rawit di pasaran membuat petani tersenyum lega. Saat ini, harga di tingkat petani bertahan di kisaran Rp 25 ribu per kilogram.
Angka itu jauh lebih baik dibanding awal tahun 2025 yang sempat anjlok hingga Rp 14 ribu per kilogram.
Salah satu petani cabai, Beny Saputro, 39, warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, mengaku bersyukur.
”Meski hujan sering turun dan beberapa tanaman sempat rusak, hasilnya tetap cukup bagus. Yang paling bikin senang, harga cabai sekarang tidak jatuh seperti tahun lalu,” ujarnya.
Dari 5.000 batang tanaman cabai yang ia kelola, Beny mulai memetik hasil. Dengan modal sekitar Rp 5 juta untuk biaya produksi sejak awal tanam hingga panen, Beny mengaku sudah bisa menutup biaya tanam dan mulai meraup keuntungan.
”Alhamdulillah, hasilnya lumayan,” bebernya.
Senada, petani cabai lainnya, Witono, yang menggarap lahan seluas 1 hektare, menyebut panen raya miliknya baru akan berlangsung dua pekan mendatang.
Namun, ia menilai tantangan terbesar bukan cuaca, melainkan serangan hama seperti lalat buah dan antraknosa (patek). ”Karena itu kami rutin menyemprot tanaman tiap tiga hari sekali. Kalau lalai, cabai bisa cepat rusak,” jelasnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto