Radarjombang.id – Pedagang Pasar Ploso menyambut positif langkah Pemkab Jombang menata ulang pasar tradisional tersebut.
Tidak hanya bangunan pasar, tapi juga manajemen pasar. Penataan ini dinilai menjadi solusi atas sepinya pengunjung, terutama yang dirasakan pedagang yang berjualan di area belakang pasar.
Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, sejumlah lapak pedagang di area belakang banyak yang kosong. Di salah satu sudutnya bahkan menjadi tempat pembuangan limbah proyek. Banyak pedagang yang memilih pindah ke depan.
”Rata-rata pedagang di belakang sudah pindah ke depan atau berhenti jualan. Sekitar 100 lapak kosong,” ujar Dito Dwi Kurniawan, 37, salah satu pedagang pasar.
Menurut Dito, kondisi ini sudah terjadi sejak sebelum pandemi Covid-19 dan makin parah setelahnya. ”Sebagian pedagang memilih bertahan meski dagagannya sepi, tapi banyak yang akhirnya pindah jualan di area depan,” bebernya.
Sejumlah pedagang yang masih bertahan berjualan di area belakang kebanyakan menjajakan beragam komoditas. ”Seperti sayuran, daging, buah, warung kopi, hingga peracangan,” bebernya.
Para pedagang berharap penataan pasar nantinya juga diikuti dengan perbaikan pengelolaan manajemen pasar. ”Kalau bisa, pedagang yang belum punya lapak dialihkan ke belakang. Biar ramai lagi,” harap Dito.
Selain itu, akses jalan dari depan pasar yang sempit juga menjadi sorotan. Pedagang meminta agar jalur tersebut dilebarkan agar pengunjung tidak enggan masuk ke area belakang. ”Akses jalannya kalau bisa dilebarkan,” bebernya.
Terkait proyek penataan yang sedang berjalan, para pedagang mengaku tidak ada keluhan. ”Pengerjaan proyek lancar, pedagang juga tetap bisa jualan,” imbuh Dito.
Senada, Bandi, pedagang lainnya, berharap pemkab benar-benar serius menata pasar. ”Yang bisa menata ya pemerintah. Supaya rapi dan bermanfaat bagi pedagang dan pengunjung,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek revitalisasi Pasar Ploso tak sepenuhnya berjalan sesuai yang direncanakan. Setidaknya, dari sikap pedagang pasar yang enggan direlokasi, padahal sudah disiapkan tempat oleh pemkab di Lapangan Bawangan. Akibatnya, para pekerja proyek harus berbagi tempat dengan para pedagang.
Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek dari Disdagrin Jombang Yustinus Haris mengklaim hingga kini progres pekerjaan masih aman.
”Saya tidak hafal angkanya, yang jelas memang masih plus kalau progresnya di sana,” lontarnya (1/10).
Ia menyebut, saat ini tengah berjalan kegiatan pembongkaran lapak pedagang di halaman pasar. Selain itu, pekerjaan pada atap di bagian pasar belakang juga tengah dilakukan. ”Pembongkaran sudah berjalan, pekerjaan gorong-gorong juga berjalan di belakang termasuk atap,” lontarnya.
Disinggung terkait pedagang yang masih bertahan di pasar, pihaknya menyebut akan terus berupaya untuk melakukan pendekatan kepada pedagang agar mau direlokasi ke tempat sesuai hasil kesepakatan.
”Kemarin juga sudah rapat bersama di DPRD. Ada beberapa opsi yang ditawarkan, mulai di lapak sementara Bawangan, ada juga di trotoar depan asal tidak menganggu jalan, di tempat car free day juga boleh,” lontarnya.
Pihaknya juga mengakui belum semua pedagang berpindah. Namun, sesuai kesepakatan setelah lapak depan dibongkar, seluruh pedagang harusnya tak berada di sana lagi. ”Ya tentu akan pelan-pelan.
Yang jelas tetap diupayakan untuk pedagang pindah agar tidak menganggu aktivitas pekerjaan proyek,” pungkasnya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto