Radarjombang.id – Proyek peningkatan jalan ruas Talunkidul–Kesamben yang dianggarkan mencapai Rp 3,1 miliar mulai dikebut. Para pekerja mulai sibuk melakukan pengecoran jalan. Dampaknya, arus lalu lintas di jalur tersebut diberlakukan sistem buka-tutup.
Pantauan hingga Jumat (3/10), pengecoran dilakukan di sisi barat jalan, dimulai dari arah selatan yang berdekatan dengan overpass Tol Jomo.
Sementara di sisi timur, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Kesamben, proses pembersihan bahu jalan juga tengah berlangsung. Sejumlah pohon besar di pinggir jalan tampak ditebang. ”Sudah semingguan berjalan kalau pengecorannya,” ujar Ponco, warga sekitar.
Pengerjaan proyek berdampak pada arus lalu lintas. Beberapa relawan terlihat berjaga di pangkal dan ujung proyek untuk mengatur buka-tutup jalan. ”Karena jalannya sempit, jadi dibuka tutup dulu,” imbuhnya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Setiadji membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari rehabilitasi jalan yang dikerjakan Dinas PUPR.
”Kontraknya mulai Agustus dan ditargetkan rampung 16 November 2025,” jelasnya.
Agung memerinci, proyek sepanjang 1,5 kilometer itu dibagi dalam dua segmen dengan teknik pengerjaan berbeda.
”Di depan Kantor Kecamatan Kesamben pakai hotmix. Sisanya, dari arah selatan hingga dekat tol, menggunakan rigid beton,” terangnya.
Karena ada pekerjaan rigid, pihaknya menyebut kemungkinan akan ada pengalihan jalur atau penutupan jalan kabupaten.
”Teknisnya nanti buka-tutup, khusus kendaraan kecil yang bisa melintas,” tandasnya. Berdasarkan data dari laman https://spse.inaproc.id/jombangkab, proyek ini merupakan usulan kecamatan melalui PIK (pagu indikatif kecamatan). Ditawarkan dengan HPS Rp 4,6 miliar, proyek ini dimenangkan oleh CV Hikma Karya dengan nilai kontrak Rp 3,1 miliar. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto