Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pasar Ploso Jombang Direvitalisasi Rp 4 Miliar, Pedagang Nekat Bertahan di Tengah Proyek

Ainul Hafidz • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:53 WIB
Proyek revitalisasi Pasar Ploso Jombang
Proyek revitalisasi Pasar Ploso Jombang

Radarjombang.id – Proyek revitalisasi Pasar Ploso tak sepenuhnya berjalan sesuai yang direncanakan.

Setidaknya, dari para sikap para pedagang pasar yang ogah direlokasi, padahal sudah disiapkan tempat oleh pemkab di Lapangan Bawangan. Akibatnya, para pekerja proyek harus berbagi tempat dengan para pedagang.

Seperti yang terpantau Selasa (1/10) pagi, proyek ini terlihat berjalan di beberapa titik sekaligus. Sejumlah pekerja proyek sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Pada bagian depan pasar, lapak-lapak yang sebelumnya dibangun swadaya pedagang sudah mulai dirobohkan.

Pekerjaan penggalian pondasi pun terlihat mulai dilakukan. Meski demikian, beberapa pedagang nampak masih bertahan di lokasi itu. Mereka terlihat berdagang di tengah-tengah proyek yang tengah berjalan.

Tak berbeda dengan di bagian dalam, sejumlah pekerjaan penggalian saluran air di Lorong pasar juga terlihat berjalan. Meski demikian, pedagang terlihat tetap berjualan di lokasi itu. Samping kiri dan kanan Lorong ini juga terlihat masih dipenuhi lapak pedagang.

Di bagian belakang pasar, khususnya kompleaks H, proses pekerjaan atap pasar juga terlihat tengah berlangsung.

Rangka galvalum terlihat sudah dipasang. Pengecatan bagian bawah atap juga tengah dilakukan. ”Untuk proyeknya memang sudah berjalan, pembongkaran depan sudah dan belakang ada yang berjalan juga,” terang Sekretaris Himpunan Pedagang Pasar Ploso (HIPPAS) M Marianto.

Menurutnya, meski para pedagang enggan direlokasi, pelaksanaan proyek tetap berjalan. Para pedagang juga tetap bisa berjualan dengan sewaktu-waktu menggeser lapak.

”Kalau teman-teman pedagang masih di area pasar semuanya.

Depan geser ke belakang ada yang geser saja, kalau ada yang kosong ditempati sementara,” ungkapnya.

Ia mengakui, pedagang hingga kini masih bertahan di pasar. Pedagang enggan menempaki tempat relokasi sementara yang disiapkan pemkab di Lapangan Bawangan. Bahkan, pedagang juga diberikan opsi tempat lain untuk lokasi jualan sementara.

” Sebelumnya kan sudah ada kesepakatan tiga lokasi alternatif, mau geser saja asal tidak mengganggu pekerjaan, atau di tempat car free day itu atau mau ke Bawangan juga dipersilakan bagi yang mau,” lontarnya.

Dikonfirmasi terpisah, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek dari Disdagrin Jombang Yustinus Haris menyebut hingga kini progres pekerjaan masih dalam aman. ”saya tidak hafal angkanya, yang jelas memang masih plus kalau progresnya di sana,” lontarnya (1/10).

Ia menyebut, saat ini tengah berjalan kegiatan pembongkaran lapak pedagang di halaman pasar. Selain itu, pekerjaan pada atap di bagian pasar belakang juga tengah dilakukan. ”Pembongkaran sudah berjalan, pekerjaan gorong-gorong juga berjalan di belakang termasuk atap,” lontarnya.

Disinggung terkait pedagang yang masih bertahan di pasar, pihaknya menyebut akan terus berupaya untuk melakukan pendekatan kepada pedagang agar mau direlokasi ke tempat sesuai hasil kesepakatan.

”Kemarin juga sudah rapat bersama di DPRD. Ada beberapa opsi yang ditawarkan, mulai di lapak sementara Bawangan, ada juga di trotoar depan asal tidak menganggu jalan, di tempat car free day juga boleh,” lontarnya.

Pihaknya juga mengakui belum semua pedagang berpindah. Namun, sesuai kesepakatan setelah lapak depan dibongkar, seluruh pedagang harusnya tak berada di sana lagi.

”Ya tentu akan pelan-pelan, karena kan kami tidak mau ada polemik juga. Yang jelas tetap diupayakan untuk pedagang pindah agar tidak menganggu aktivitas pekerjaan proyek,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso segera dimulai.

Masalah muncul lantaran ratusan pedagang Pasar Ploso yang terdampak proyek menolak direlokasi ke lapak sementara yang disediakan pemkab di Lapangan Bawangan. Alasannya, bangunan lapak dinilai tidak layak untuk ditempati berjualan.

Kedua proyek ini dibiayai melalui bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rehabilitasi Pasar Ploso menelan anggaran mencapai Rp 4 miliar dikerjakan CV Panama dari Sampang. Sedangkan pasar buah di Sub Terminal Ploso dikerjakan CV Jokotole asal Surabaya dengan nilai Rp 3,7 miliar. (Fid/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#pasar ploso #Jombang #Pemkab Jombang