Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Gabah Naik, Petani di Jombang Nekat Tanam Padi Tiga Kali Setahun

Ainul Hafidz • Senin, 29 September 2025 | 14:30 WIB

 

 

TANAM PADI LAGI: Petani di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan dalam setahun tiga kali menanam padi.   
TANAM PADI LAGI: Petani di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan dalam setahun tiga kali menanam padi.  

Radarjombang.id – Kebijakan pemerintah menetapkan harga pokok pembelian (HPP) gabah Rp 6.500 pe kilogram memantik semangat petani menanam padi.

Musim kemarau yang masih diselingi hujan dimanfaatkan petani di Kecamatan Peterongan dan Sumobito untuk kembali menanam padi.

Pantauan di di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan, meski baru selesai panen raya padi, mayoritas sawah milik petani tak dibiarkan nganggur. Sudah diolah dan tak sedikit sudah ditanami padi lagi.

Hariyono, 50, petani di Dusun Ngumpak, Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan mencoba peruntugan beralih pola tanam.

Biasanya, dalam setahun ia menanam padi dua kali, dan satu kali menanam palawija. Namun kali ini berbeda.

”Biasanya pola tanam hanya dua kali tanam padi, dan satu kali palawija. Tapi sekarang bisa padi lagi (kali ketiga) karena air irigasi masih lancar, dan kadang juga masih turun hujan,” terangnya.

Ia berharap, kebutuhan air mencukupi hingga panen nanti. ”Mudah-mudahan airnya mencukupi. Yang penting sekarang pengairan lancar, jadi bisa tanam tiga kali padi. Cuacanya juga cocok," ujar Hariyono.

Biasanya di bulan Oktober hujan mulai jarang turun. Namun tahun ini, hingga akhir September, hujan masih turun, sehingga ia memutuskan mencoba peruntungan menanam padi lagi.

”Kemarin panen pertengahan September. Harga gabah juga bagus Rp 7.100 per kilogram,” kata Hariyono.

Setelah panen rampung, Hariyono sudah mantap menanam padi lagi, tidak seperti tradisi sebelumnya menamam palawija. ”Setelah panen kemarin, langsung buat tempat persemaian bibit padi. Sekarang sudah mulai tanam (padi) lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang mengakui saat ini petani di sejumlah wilayah sudah mulai masuk masa tanam ketiga.

”Sekarang memang sudah mulai masuk tanam MT III (musim tanam ketiga), karena ada program optimalisasi lahan (Oplah).

Syaratnya memang harus tanam tiga kali dalam setahun,” kata Rony.

Program ini mendorong petani menanam padi hingga tiga kali dalam setahun demi mengejar target luas tanam secara nasional.

”Jadi setelah panen langsung disiapkan untuk tanam padi lagi. Karena ada bantuan pompa air, dan ketika air cukup, petani langsung tanam,” imbuh dia.

Program Oplah bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman dari yang semula dua kali menjadi tiga kali. Hal ini penting untuk mendukung target tanam seluas 81.251 hektare hingga akhir Desember nanti.

Program itu tidak hanya difokuskan di satu wilayah, melainkan menyasar 20 kecamatan di Jombang. Satu-satunya kecamatan yang tidak terlibat, yakni Kecamatan Wonosalam, karena kondisi geografis yang berbeda masuk holtikultura.

”Target oplah di Jombang seluas 3.311 hektare tersebar di 20 kecamatan. Wonosalam tidak termasuk karena karakter wilayahnya memang berbeda,” kata Rony.

padBaca Juga: Musim Panen Padi Hampir Tuntas, Petani Mojoagung Jombang Mulai Tanam Jagung

Program itu dengan program Luas Tambah Tanam (LTT) berbeda. Sebab, terdapat dukungan pembiayaan dari pemerintah.

Baik berupa bantuan pompa air maupun biaya pengolahan lahan.

Terlebih, cuaca yang masih mendukung dan irigasi cukup, pihaknya optimistis target tersebut tercapai.

”Kalau Oplah ini ada intervensi anggaran dari pemerintah, jadi petani terbantu. Bukan hanya sarana produksi tapi juga pompa air dan biaya pengolahan lahannya,” kata Rony. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Petani Jombang #dinas pertanian #Jombang #hpp #tanam padi