Radarjombang.id – Proyek jembatan bailey di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, ditargetkan mulai dikerjakan bulan ini.
Saat ini proses pengadaan masih berjalan melalui sistem e-katalog dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
”Sekarang masih berproses di e-katalog. Insya Allah minggu ini sudah selesai,” ujar Kepala Bidang Pengembangan dan Kawasan Permukiman Dinas Perkim (Perumahan dan Permukiman) Jombang Ahmad Rofiq Ashari.
Proses pengadaan barang dan jasa membutuhkan waktu cukup panjang lantaran harus melewati sejumlah tahapan dan evaluasi dari berbagai pihak. Termasuk hasil review dari inspektorat.
”Yang bikin lama ini proses dan persiapannya. Mulai dari hasil review inspektorat dan sebagainya. Karena itu, September ini baru proses pengadaan barangnya,” imbuh dia.
Nantinya setelah barang dikirim akan dirakit di lokasi.
”Iya, nanti jadi satu dengan perakitan,” imbuh dia.Jika sesuai jadwal dan sudah teken kontrak dengan pihak penyedia, pekerjaan fisik jembatan akan dimulai pada pertengahan bulan ini.
”Insya Allah pertengahan September sudah dimulai pekerjaannya. Jadwal pengerjaan selama tiga bulanan,” tutur Rofiq.
Jembatan bailey di Desa Kudubanjar dialokasikan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar dari APBD 2025. Rinciannya, Rp 2 miliar untuk pengadaan jembatan bailey, dan Rp 1,6 miliar untuk jasa pemasangan atau erection jembatan. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto