RadarJombang.id – Petani di Dusun Semberjo, Desa Sumberteguh, Kecamatan Kudu Jombang mulai melirik potensi tanaman bayam merah sebagai komoditas alternatif saat musim kemarau.
Salah satunya Sunari yang mengaku mendapat hasil cukup menjanjikan dari panen bayam merah tahun ini.
’’Baru saja panen bayam merah. Panennya ini diambil bijinya, bukan daunnya. Karena bukan bayam sayur,’’ kata Sunari saat ditemui di lahan pertaniannya, Jumat (13/9).
Dia sudah lama menanam bayam. Namun baru tahun ini mencoba menanam varietas bayam merah.
Sebelumnya, Sunari lebih sering menanam bayam hijau. Namun dari sisi harga, bayam merah dinilai lebih menguntungkan.
’’Harga biji bayam merah sekarang Rp 40 ribu per kilogram. Kalau yang hijau Rp 30 ribu per kilogramnya. Memang bijinya lebih banyak yang hijau, tapi bayam merah tetap lebih untung karena harga jualnya lebih tinggi,’’ terangnya.
Dalam sekali panen, Sunari mampu memperoleh sekitar 40 kilogram biji bayam merah.
’’Tanaman ini cukup cepat dipanen. Hanya membutuhkan waktu sekitar 70 hari sejak tanam,’’ urainya.
Soal pemasaran, para petani di wilayahnya tidak mengalami kesulitan.
’’Sudah ada bakul (pengepul) yang ambil. Di sini rata-rata petani kalau musim kemarau tanam bayam atau tembakau. Pembelinya sudah ada,’’ bebernya.
Dia belum mengetahui pasti untuk apa biji bayam itu. Namun kondisi cuaca belakangan ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman bayam.
’’Sekarang cuacanya cocok, karena hujannya tidak sering,’’ tuturnya.
Harga jual yang relatif tinggi dan waktu tanam yang singkat, bayam merah menjadi salah satu alternatif tanaman yang menjanjikan bagi petani di wilayah setempat.
Terutama ketika musim kemarau tiba.
’’Di sini selain tembakau, banyak menanam bayam. Setelah ini persiapan tanam padi lagi,’’ kata Sunari. (fid/jif)
Editor : Achmad RW