Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Proyek Puskesmas di Jombang Molor Lagi, Denda Keterlambatan Tembus Rp 140 Juta

Ainul Hafidz • Sabtu, 13 September 2025 | 14:29 WIB

 

Proyek pembangunan Puskesmas Keboan di Kecamatan Ngusikan kembali molor. Hingga Jumat (12/9), pekerjaan fisik belum rampung meski masa perpanjangan kedua sudah berakhir pada Rabu (10/9) lalu.
Proyek pembangunan Puskesmas Keboan di Kecamatan Ngusikan kembali molor. Hingga Jumat (12/9), pekerjaan fisik belum rampung meski masa perpanjangan kedua sudah berakhir pada Rabu (10/9) lalu.

Radarjombang.id – Proyek pembangunan Puskesmas Keboan di Kecamatan Ngusikan kembali molor.

Hingga Jumat (12/9), pekerjaan fisik belum rampung meski masa perpanjangan kedua sudah berakhir pada Rabu (10/9) lalu.

Keterlambatan ini membuat denda terus menumpuk dan kini tembus ratusan juta rupiah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada mengatakan, progres pengerjaan puskesmas itu saat ini masih menyisakan sekitar 1,5 persen.

”Tinggal paving saja. Itu yang belum tuntas,” ujarnya.

Meskipun waktu tambahan sudah dua kali diberikan, pihak pelaksana proyek masih diberi kelonggaran. Hal itu mengacu pada aturan yang memperbolehkan perpanjangan waktu maksimal 50 hari dengan denda berjalan.

”Dari sisi aturan masih memungkinkan. Kami tetap beri kesempatan karena tinggal sedikit lagi pengerjaannya,” lanjut Hexawan.

Denda keterlambatan proyek tercatat mencapai Rp 3,7 juta per hari. Dengan keterlambatan selama 38 hari sejak kontrak berakhir pada 5 Agustus, total denda yang harus ditanggung rekanan mencapai Rp 140,6 juta.

”Denda terus dihitung sampai pekerjaan selesai. Sekarang sudah lebih dari 30 hari keterlambatan,” tegasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jombang di lokasi menunjukkan, beberapa pekerja masih terlihat beraktivitas di halaman depan puskesmas.

Bagian depan bangunan sudah dipasangi ACP (aluminium composite panel), namun paving belum sepenuhnya terpasang. Tumpukan material paving juga masih terlihat di pinggir jalan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Puskesmas Keboan, Ngusikan, kembali disorot. Proyek yang menelan anggaran Rp 4,1 miliar itu sempat mengalami keterlambatan hingga 10 persen.

Salah satu penyebabnya, pelaksana proyek diduga sempat mengalihkan pekerjaan ke pihak ketiga meski hal ini segera dibantah Kadinkes Jombang.

”Keterlambatannya sejak awal sudah terbengkalai dua mingguan. Kontrak sudah jalan, tapi uangnya dibawa lari orang Pasuruan itu, Pak,” ungkap Fandi, penanggung jawab dari CV Renno Abadi, Selasa (9/7).

Fandi menyebut, proyek sempat disubkontrakkan ke salah satu CV di Kabupaten Pasuruan. Namun, pekerjaan tak berjalan.

”Bendera bos saya dari Malang (CV Renno Abadi), disubkan ke Pasuruan nggak jalan, akhirnya diambil alih lagi,” tuturnya.

Diketahui, proyek Puskesmas Keboan menelan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar.

Pekerjaan dikerjakan oleh CV Renno Abadi, dengan pengawasan dari CV Persada Consultant. Berdasarkan kontrak, proyek dimulai 6 Februari dan ditarget rampung dalam 180 hari kalender atau hingga 5 Agustus. Namun karena molor, rekanan diberi waktu tambahan hingga 3 September, lalu kembali diperpanjang hingga 10 September.

Sayangnya, hingga batas waktu terakhir itu, proyek belum juga rampung. (fid/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Kadinkes #Puskesmas Keboan #molor #Jombang #Pemkab Jombang #proyek puskesmas #Dinkes Jombang