Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Produksi Padi di Jonbang Capai 54 Ribu Ton, Disperta: Luas Tanam Naik 30 Persen

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 1 September 2025 | 12:29 WIB
Petani di Jombang saat panen padi, (30/7)
Petani di Jombang saat panen padi, (30/7)

Radarjombang.id - Produksi padi di Jombang kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, total hasil panen kali ini tercatat mencapai 54.871,11 ton gabah kering panen (GKP). Capaian ini diperoleh dari lahan seluas 7.838,73 hektare, dengan rata-rata produktivitas mencapai 7 ton per hektare.

Kepala Disperta Jombang M. Rony melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura, Budi Santoso menjelaskan, produktivitas padi tahun ini rata-rata mencapai 7 ton per hektare. Meski demikian, variasi hasil di lapangan tetap terjadi.

Ada petani yang berhasil mencapai hasil lebih tinggi dari rata-rata, namun ada pula yang mengalami penurunan hasil.

”Rata-rata panen masih stabil di kisaran 7 ton per hektare. Tetapi memang tidak semua lahan bisa sama. Ada yang bisa di atas 7 ton, ada juga yang kurang,” kata Budi.

Faktor penyebab biasanya serangan hama, ketersediaan air yang tidak merata, serta keterlambatan panen karena sebagian petani belum mendapat giliran menggunakan combine harvester.

”Akibatnya, gabah terlanjur mengering di sawah,” imbuh dia.

Meski masih ada kendala teknis di lapangan, capaian panen tahun ini tetap lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Salah satu faktor pendorong, adanya penambahan luas tanam padi secara signifikan. ”Kalau tahun lalu luas tanam padi hanya 12.713 hektare, tahun ini meningkat menjadi lebih dari 15 ribu hektare. Jadi naik sekitar 30 persen. Itu sesuai dengan instruksi Kementerian Pertanian, agar sebagian lahan yang sebelumnya ditanami jagung dialihkan untuk padi,” lanjutnya.

Langkah ini terbukti berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi di Jombang. Dengan hasil panen yang lebih melimpah, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi.

Sekaligus menopang cadangan beras di tingkat regional maupun nasional.

Selain itu, pihaknya juga terus mendorong petani untuk mengantisipasi berbagai kendala di lapangan. Mulai dari pengendalian hama secara terpadu, efisiensi penggunaan air, hingga penjadwalan panen yang lebih tertib agar tidak terjadi keterlambatan penggunaan alat panen modern.

”Kami akan terus melakukan pendampingan kepada petani. Harapannya produksi bisa terus ditingkatkan, dan petani juga mendapat keuntungan yang lebih baik,” kata Budi. (yan/fid)

Editor : Anggi Fridianto
#Panen Raya #disperta jombang #Jombang #Pemkab Jombang #Panen #padi