Radarjombang.id - Setelah pekerjaan kontruksi rampung di pengujung 2024 lalu, proyek irigasi Pariterong di Jombang hingga kini belum juga beroperasi.
Anehnya, sepekan terakhir mendadak ada pekerjaan tambahan, tepatnya di Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek.
Pelaksana proyek PT Wijaya Karya (WIKA)-JET KSO menyebut pekerjaan baru tersebut bukan merupakan pekerjaan mereka.
”Posisi pengerjaan kami itu sudah selesai Desember tahun lalu. Kalau sekarang masih ada kegiatan di Balongbesuk, kemungkinan itu paket tambahan dan bukan kami yang mengerjakan,” kata Kepala Seksi Teknik dan Quality PT WIKA - JET KSO Welly Nawi Berlian, Senin (25/8).
Welly mengaku sempat melihat adanya aktivitas konstruksi saat melintas di lokasi. Namun, dia memastikan pekerjaan itu tidak termasuk dalam kontrak yang mereka tangani tahun lalu.
”Saya sempat lewat dan memang terlihat ada pekerjaan. Tapi, itu bukan pekerjaan kami lagi. Mungkin ada item pekerjaan yang baru dimasukkan,” imbuh dia.
Pekerjaan tersebut diperkirakan berkaitan dengan lahan yang sebelumnya belum dibebaskan saat proyek utama dikerjakan.
”Kalau tidak salah, dulu masih ada rumah yang berdiri di sana. Karena pembebasan lahannya baru selesai sehingga rumahnya baru-baru ini dirobohkan.
Dulu waktu kami mengerjakan di sana rumahnya masih berdiri, akhirnya tidak masuk pekerjaan kami,” ujar Welly. Dengan kondisi tersebut, pekerjaan itu kemungkinan besar dilanjutkan langsung BBWS Brantas atau rekanan baru.
”Karena tidak masuk dalam lingkup pekerjaan kami, maka kemungkinan besar dilanjut teman-teman dari BBWS Brantas,” kata Welly.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air Sultoni membenarkan adanya pengerjaan tambahan di lokasi itu.
”Dari laporan teman-teman balai (BBWS Brantas) memang ada pengerjaan tambahan. Ada semacam pembuatan saluran penghubung, karena di titik itu belum ada koneksi ke Saluran Rejoagung 4A,” kata Sultoni dikonfirmasi, Kamis (22/8).
Menurutnya, saluran penghubung saat ini tengah dibangun agar aliran air dari Irigasi Pariterong bisa disuplai ke Rejoagung 4A.
”Sekarang dibuat konektor seperti yang sebelumnya diterapkan di Saluran Gude (Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek). Termasuk juga pembenahan di sisi crossing, dan ada pasangan tegak di dekatnya yang sedang dikerjakan,” imbuh dia.
Pekerjaan ini, lanjut Sultoni, dilakukan langsung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Hal ini menyusul adanya beberapa titik kecil yang sebelumnya belum tertangani atau belum sempurna saat proyek utama dikerjakan.
”Misalnya belum ada konektor, atau penguat antara talang dan penghubung jalan opritan yang sekarang baru ditangani. Karena ini bukan pekerjaan dalam satu paket besar, maka tidak disebutkan titik-titik lokasinya secara detil ke kami,” ujar Sultoni.
Pihaknya tidak mengetahui secara pasti apakah titik-titik tersebut sebelumnya memang sudah direncanakan dalam gambar kerja atau belum.
”Kami tidak tahu detail gambar tahun lalu. Tapi yang jelas, ini bukan perbaikan, melainkan murni penambahan di beberapa titik yang memang dibutuhkan,” kata Sultoni. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto