Radarjombang.id - Perjalanan Nusa Amin, perajin batik pewarna alam asal Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang di dunia batik penuh liku. Tahun 2005, ia pernah mengirim satu kontainer batik ke Brasil, namun tak pernah mendapat bayaran sepeser pun.
’’Saya akhirnya pulang, lalu pada 2012 mulai menekuni warna alam hingga sekarang,’’ tuturnya.
Kini, usahanya berbuah manis. Produk batik pewarna alam dari rumah produksinya, Berkah Mojo Batik, justru diminati pasar internasional. Pesanan datang dari Singapura, Hongkong, Sri Lanka, hingga Amerika.
Untuk pelanggan jauh, ia mengandalkan jasa pos. Sementara yang dekat kerap diantar langsung. Ada tiga motif khas yang menjadi identitas batiknya: Mojo Wijoyo, Garudea Arimbi, dan Naga Air.
Semua terinspirasi dari situs bersejarah di Japanan. Saat ini, Nusa dibantu sembilan pembatik dan 12 penenun yang tiap hari menjaga denyut produksi. ’’Ciri khas kami memang memakai pewarna alam, baik untuk batik, ecoprint, maupun tenun,’’ jelasnya. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto