Radarjombang.id - Kegiatan Gerak Jalan memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, diwarnai insiden puluhan pelajar yang pingsan.
Mereka diduga pingsan lantaran kelelahan usai berjalan sejauh lebih dari 7 kilometer.
“Benar, ini tadi memang ada insiden ada puluhan pelajar yang pingsan saat sudah di finis,” terang Ahmad Gozi, salah satu panitia.
Lomba gerak jalan ini mengambil start dari halaman makam Sayid Sulaiman di Desa Mancilan.dan berakhir di lapangan Alun-Alun Cemara, Desa Miagan.
Acara ini diikuti sekitar 229 peserta yang berasal dari tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA dan MA.
“Untuk hari ini memang kegiatan gerak jalannya siswa sekolah saja, yang umum besok,” lanjutnya.
Sejak awal, semangat membara terpancar dari wajah para peserta.
Lomba gerak jalan ini, menempuh jarak hingga 7,7 kilometer.
Namun, suhu panas yang menyengat seolah menguji daya tahan mereka. Beberapa meter sebelum garis finis, suasana berubah tegang.
Satu per satu peserta, mayoritas pelajar perempuan, mendadak terhuyung lalu ambruk. Sorak-sorai warga berubah menjadi kepanikan.
“Jadi pas bagian tengah atau saat siswa SMP, MTs itu tiba-tiba banyak yang ambruk, jumlahnya sekitar 22 orang tadi,” lontarnya.
Siswa yang pingsan langsung diangkat oleh tim medis dan dikumpulkan di satu titik di Alun-Alun Cemara untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Selanjutnya, mereka dibawa dengan ambulans ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lanjutan.
“Jadi tadi memang langsung dibawa pakai 4 ambulans, mereka kayaknya karena dehidrasi, mungkin kurang olahraga kemudian jalan 7,7 kilometer sampai sini,” terang Sertu Muhammad Muntoha, Babinsa Desa Miagan.
Beruntung, seluruh siswa yang pingsan itu telah mendapat mendapat perawatan di puskesmas jhingga rumah sakit terdekat.
Mereka juga sudah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sadar dan sehat kembali. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto