Radarjombang.id - Usai panen padi kedua, sejumlah petani di Kecamatan Mojoagung Jombang, langsung tancap gas mengolah sawah.
Petani beralih menanam jagung lantaran mempertimbangkan pasokan air irigasi sawah.
Sedikitnya sudah ada lima desa di wilayah setempat sudah memulai tanam jagung. Salah satunya terpantau di Desa Betek.
Hampir setiap sawah kini disiapkan untuk tanam jagung. ”Rata-rata di sini jagung, setelah padi,” kata Diah, salah seorang petani.
Salah satu alasannya petani menanam jagung lantaran menyesuaikan kebutuhan atau pasokan air irigasi. ”Kalau harus padi lagi, airnya agak susah. Beda yang dekat dengan sungai masih bisa tercukupi,” imbuh dia.
Itu sudah dilakukan sejak lama. Setelah panen padi berakhir, petani beralih ke jagung.
”Kebutuhan air untuk jagung tidak terlalu banyak seperti padi. Mudah-mudahan harga jual panen nanti juga bagus,” kata Diah.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Mojoagung Gaguk Dwi Afandi mengakui, panen padi di kecamatan setempat sudah hampir tuntas.
Sebagian besar juga sudah olah lahan untuk persiapan tanam. Salah satunya ke tanaman jagung. ”Iya, ada beberapa desa mulai tanam jagung,” kata Gaguk.
Hingga sekarang ini, sedikitnya lima desa sudah menanam jagung. Masing-masing Desa Betek, Johowinong, Murukan, Karobelah, dan Desa Seketi. ”Desa Dukuhdimoro juga dijadwalkan segera menyusul,” imbh dia.
Pergeseran ke tanaman jagung merupakan bagian dari penyesuaian musim dan kondisi lapangan. Namun, tidak semua wilayah beralih ke jagung.
Beberapa desa lain di Kecamatan Mojoagung seperti Desa Tejo, Kauman, Desa Janti, dan Desa Mancilan masih melanjutkan padi. Karena ketersediaan air irigasi yang masih mencukupi dan adanya prediksi musim kemarau basah tahun ini. ”Di sana wilayahnya juga irigasi lancar. Karena pasokan air masih mencukupi, kebetulan juga prediksinya kemarau basah sehingga ada yang tanam padi lagi,” ujar Gaguk.
Meski demikian, diperkirakan secara keseluruhan luas tanam jagung pada musim ini akan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini bisa dipengaruhi oleh faktor cuaca, ketersediaan air, dan preferensi petani terhadap tanaman alternatif seperti jagung. ”Untuk jagung luas tanamnya tahun ini prediksi kami tidak sebanyak tahun lalu, karena ada beberapa wilayah yang biasanya tanam jagung tahun ini akan kembali tanam padi lagi,” kata Gaguk. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto