Radarjombang.id - Perbaikan dua pintu air di Bendung Karet Menturus di Kecamatan Kudu hingga kini masih berjaan. Petugas harus membangun kisdam untuk akses penggantian karet dua pintu air yang sudah bertahun-tahun rusak berat.
Kepala UPT PSDA (Pengelola Sumber Daya Air) Ploso Dinas PUPR Jombang Wahyudi mengatakan, perbaikan meliputi penggantian karet di pintu air nomor tiga dan empat yang sebelumnya mengalami kebocoran serius. ”Ada dua pintu yang diganti, yaitu pintu tiga dan empat. Karetnya sudah dipasang, tapi belum selesai karena masih menunggu lem dari Surabaya,” ujar Wahyudi dikonfirmasi, Rabu (23/7).
Bendung Karet Menturus memiliki enam pintu sama seperti Bendung Karet Jatimlerek di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan. Kerusakan pada pintu tiga dan empat tergolong parah dan tidak bisa diperbaiki dengan tambalan biasa. ”Bocornya sudah parah, jadi tidak ditambal, tapi diganti langsung dengan karet yang baru,” tegasnya.
Perbaikan ini mencakup pula pembangunan kisdam di hulu bendungan sebagai akses untuk penggantian karet. Ini dibenarkan Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni.
”Laporan dari UPT, proses pengerjaan masih berjalan, termasuk pemasangan kisdam sebagai akses penggantian karet,” terang Sultoni.
Bendung Karet Menturus punya peran vital dalam mendistribusikan air dari Sungai Brantas untuk irigasi sawah.
Cakupan wilayahnya lebih banyak di Kabupaten Mojokerto ketimbang Jombang. ”Layanan irigasi lebih banyak ke Mojokerto karena baku sawahnya lebih luas di sana (Mojokerto). Dari sekitar hampir 3.000 hektare sekian, untuk Jombang hanya 450 hektare, sisanya di Mojokerto,” tutur Sultoni. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto