Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Mencicipi Melon Premium dari Mojongapit Jombang: Hasil Manis dari Green House Sederhana

Anggi Fridianto • Senin, 14 Juli 2025 | 12:47 WIB
Bagus Andri, 31, pemuda asal Desa Mojongapit ini sukses mengembangkan sistem tanam green house untuk budi daya melon
Bagus Andri, 31, pemuda asal Desa Mojongapit ini sukses mengembangkan sistem tanam green house untuk budi daya melon

Radarjombang.id - Di balik deretan rumah penduduk Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, berdiri sebuah green house sederhana yang menjadi ladang melon premium. Di dalamnya, ratusan batang tanaman tumbuh rapi. Beberapa buah bahkan siap dipanen.

Adalah Bagus Andri, 31, pemuda asal Desa Mojongapit ini sukses mengembangkan sistem tanam green house.

Ia bukan petani biasa. Ia memilih menanam varietas melon yang tidak lazim ditemukan di pasar tradisional. Tiga jenis unggulan yang ia kembangkan adalah sweet net vietnam, sweet hami, dan sweet net 8 thailand.

”Banyak yang tanam melon biasa, saya coba yang beda,” katanya.

Menurunya, sejumlah varietas melon yang ia budidayakan itu memeiliki banyak keunggulan. ”Yang ini manis sekali, dagingnya renyah. Konsumen di Jombang suka yang seperti ini,” imbuhnya sambil memperlihatkan satu buah melon siap panen yang berwarna kehijauan.

Dengan sistem tanam green house, Bagus merawat sekitar 825 batang melon setiap musim. Prosesnya memakan waktu sekitar 70 hari dari tanam hingga panen. Hasilnya, buah-buah premium dengan harga jual mencapai Rp 30 ribu per kilogram, jauh di atas harga melon lokal pada umumnya.

Keputusan untuk menjual langsung ke konsumen lokal di Jombang pun menjadi strateginya menjaga kualitas. ”Kalau langsung ke pembeli, kita bisa pastikan buah masih segar. Tidak terlalu lama di perjalanan atau di gudang,” ujar pria yang memulai usahanya secara otodidak ini.

Bagi Bagus, pertanian bukan sekadar menggantungkan hasil panen pada cuaca. Ia melihat potensi besar di produk premium, terlebih bila dirawat serius dan penuh ketekunan. ”Kalau mau bertani dengan hasil yang berbeda, ya harus berani mencoba yang belum banyak dilakukan,” katanya, sambil menyeka peluh yang menetes dari dahinya. (riz/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#mojongapit #budi daya #Jombang #Melon