Radarjombang.id - Kabar duka datang dari Jombang. Menyusul, salah satu putra daerah yakni Ali Fikri Wakil Bupati Jombang 2003-2008 dan
Bupati Jombang Juni-September 2008 meninggal dunia, pada Jumat (11/7) dini hari.
Kematian salah satu tokoh Jombang itu disebut terjadi pada Kamis malam, 10 Juli 2025, sekitar pukul 23.45 WIB.
Informasi wafatnya almarhum pertama kali tersebar melalui sejumlah grup WhatsApp yang berisi tokoh masyarakat dan warga Jombang.
Pesan-pesan duka mengalir deras, mengiringi kabar kepergian salah satu tokoh penting di Jombang itu.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin,” tulis salah satu warga dalam pesan singkat yang beredar.
Dalam pesan yang lain disebutkan, Almarhum dijadwalkan tiba di rumah duka di wilayah Sumobito sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat pagi ini (11/7/2025).
"Jenazah akan dimakamkan setelah pelaksanaan salat Jumat di pemakaman umum di Betek Kecamatan Mojoagung," tulis pesan lainnya.
Drs. H. Ali Fikri menjabat sebagai Wakil Bupati Jombang periode 2003–2008, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Bupati Jombang selama beberapa bulan pada tahun 2008 (Juni–September).
Selain aktif di pemerintahan, almarhum juga dikenal sebagai tokoh agama dan pendidikan.
Ia merupakan Takmir Masjid Besar Imam Zahid di pusat kota Jombang serta pengasuh Yayasan Al Khoiriyah, lembaga keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam.
Hingga Jumat pagi, ucapan belasungkawa terus berdatangan dari berbagai kalangan—baik masyarakat umum, tokoh agama, maupun para pejabat di lingkungan Pemkab Jombang.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo membenarkan kabar tersebut. "Ya betul. Informasi yang saya terima demikian," jelas dia.
Menurut dia, Ali fikri dikenal sosok yang dekat dengan masyarakat. Selain aktif di birokrasi, almarhum juga dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial. " beliau menjabat Wakil Bupati Jombang 2003-2008 dan
Bupati Jombang Juni-September 2008," pungkasnya.
Banyak yang mengenangnya sebagai sosok bersahaja, religius, dan penuh dedikasi dalam melayani masyarakat. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto