Radarjombang.id - Komunitas Arboretum Art Movement bekerja sama dengan Ekosistem Kreatif Brantas menggelar rangkaian upacara Ranu Ayu di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh. Upacara ini sebagai bentuk penghormatan kepada alam, khususnya menghargai air.
”Ranu Ayu adalah bentuk penghormatan kepada alam lingkungan terutama Sungai Brantas sebagai sumber air kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya,” ujar Ketua Arboretum Art Movement Novan Ardiansyah.
Rangkaiannya diawali kegiatan Gayeng Nang Museum di Museum Brantas Jombang, pada malam 1 Suro. Sebagai wujud rasa syukur atas berkah Tuhan Yang Maha Esa lewat kenduren dan penampilan seni budaya Njombangan.
Termasuk pembacaan tembang Kidung Ranu Ayu Dandhanggulo Pada 1-4.
”Dan acara inti diadakan pada perhelatan Pasar Brantas berupa pelaksanaan upacara pengambilan air Brantas dan pembacaan Gawan Sabda Karma yang berisi banyak pitutur untuk menjaga alam lingkungan,” imbuh dia.
Warga setempat menyampaikan terima kasih adanya kegiatan itu.
”Kami berterima kasih dan bersyukur atas adanya acara ini. Peringatan Suroan kami menjadi lebih berkesan dan bermakna karena dikemas dengan apik dalam bingkai apresiasi untuk Sungai Brantas,” ujar Leni Puji, salah satu warga Desa Ngogri. (fai/fid)
Editor : Anggi Fridianto