Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terpaksa Panen Dini, Petani Tembakau di Jombang Rugi Puluhan Juta

Achmad RW • Kamis, 12 Juni 2025 | 15:01 WIB
Petani tembakau di utara brantas yang terpaksa memanen dini tanamannya gegara terendam air dan merugi puluhan juta rupiah
Petani tembakau di utara brantas yang terpaksa memanen dini tanamannya gegara terendam air dan merugi puluhan juta rupiah

RadarJombang.id - Puluhan hektare tanaman tembakau di wilayah utara brantas Jombang rusak terendam air.

Bahkan sejumlah petani terpaksa memanen tanamannya lebih awal.

Hal itu juga membuat petani merugi hingga puluhan juta rupiah.

Seperti yang dirasakan Budanto Setiawan, 42, petani tembakau di Dusun Mabul, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, Jombang ini.

Ia terpaksa memanen lebih dini tembakau yang masih berumur 1,5 bulan di sawahnya itu.

"Iya ini memang belum waktunya panen, tapi dipanen dini agar tidak makin rugi," terangnya kepada wartawan (11/6).

Budi, menyebut tanaman tembakau miliknya itu ikut terendam banjir Senin (9/6) lalu.

Air yang menggenangi tanaman tembakaunya, membuat tembakaunya layu dan batangnya membusuk.

Hal itulah yang memaksanya mencabuti tanaman itu untuk kemudian dirajang.

"Karena sudah tidak bisa berkembang lagi, jadi ya seadanya saja diambil," lontarnya.

Banjir, memang menggenang puluhan hektare sawah lain di desanya itu. Bahkan, ia menyebut nyaris 95 persen dari sawah di desanya itu sudah ditanami tembakau dan seluruhnya rusak.

"Ada yang sempat panen dini seperti saya, tapi ada juga yang masih kecil baru berusia beberapa minggu, tapi semuanya mati," imbuhnya.

Akibat panen dini itu, ia mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah. Hal itu lantaran biaya menanam twmbakau untuk lahan seluas 1,5 hektare miliknya itu mencapai Rp 30-40 juta.

"Kan saya sudah 4 kali ini menanam, sebelumnya juga gagal terus kena hujan. Perawatannya juga lebih mahal karena musim hujan ini," tambahnya.

Selain itu, hasil panennya juga merosot drastis. Jika biasanya dari lahannnya itu ia bisa menghasilkan hingga 10 ton tembakau, panen dini ini hanya akan menghasilkan tak lebih dari 1/10 hasil panen normal.

"Hancur mas, ini bisa dapat 1 ton saja sudah bagus, kualitasnya juga tidak maksimal karena belum waktunya," lontarnya.

Rencananya, tembakau hasil panen dini itu juga akan tetap diprosesnya setelah dilakukan penjemuran.

"Ya nanti mungkin dibuat tembakau hitam, bisa dicampur dengan tetes," pungkasnya. 

Sebelumnya, Dinas Pertanian (Disperta) Jombang belum bisa memastikan luasan tanaman tembakau yang mati terdampak banjir.

Hanya saja, dari laporan terakhir yang diterima dinas, dari target 6.100 hektare luas tanam tembakau tahun ini, baru sekitar 25 persen petani yang sudah memulai tanam atau seluas 1.525 hektare. Paling banyak di Kecamatan Kabuh. (riz)

Editor : Achmad RW
#puluhan juta rupiah #petani tembakau #Jombang #utara brantas #Merugi #Panen Dini