Radarjombang.id - Hingga Selasa (10/6) siang, banjir belum sepenuhnya surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mencatat, genangan masih ditemukan di 10 desa. Untungnya, ketinggian muka air hanya berkisar 5-50 cm.
Kesepuluh desa tersebar di lima wilayah kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Jombang, yakni Desa Pulolor dengan ketinggian muka air sekitar 40 cm; Kecamatan Sumobito, meliputi Desa Segodorejo 5 cm, Desa Madiopuro 50 cm, Desa Kendalsari 50 cm, Desa Talunkidul 10 cm.
Di Kecamatan Kesamben, yakni Desa Pojokkulon 45 cm; Kecamatan Tembelang Desa Mojokrapak dengan ketinggian 15 cm; Kecamatan Kudu Desa Bakalanrayung 25 cm dan Desa Sidokaton 5-20 cm, dan Desa Tapen setinggi 5 cm.
”Untuk banjir trennya surut. Mojoagung juga sudah bersih seiring dengan surutnya air di Kali Gunting,” terang Plt Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Selasa (10/6).
Pihaknya terus berkoordinasi dengan perangkat desa di wilayah terdampak. Upaya mitigasi dilakukan dengan pendekatan lokal, memanfaatkan sumber daya yang ada sembari tetap memantau curah hujan.
”Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan di bulan ini masih cukup tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, pemantauan Jawa Pos Radar Jombang di lapangan, hingga Selasa (10/6) siang, genangan air masih menggenangi permukiman warga Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito.
”Ini sudah dua hari banjirnya, kondisinya sudah lumayan surut, tapi masih tinggi juga,” terang Sudiono, kepala Dusun Grudo.
Di sejumlah titiknya, ketinggian muka air masih mencapai mata kaki hingga setinggi lutut orang dewasa. ”Senin pagi itu sampai siang ketinggian air berkisar 80 cm sampai 1 meter, 90 persen rumah warga terendam. Kalau hari ini masih sekitar 45 cm yang terdalam, masih ada rumah terendam meskipun tidak banyak,” rincinya.
Kondisi ini menganggu aktivitas warga. Beberapa sepeda motor yang nekat melintas terpantau mogok lantaran tingginya air. Ia menyebut, air berasal dari luapan aliran Sungai Ngotok Ring Kanal.
”Dampak dari Sungai Ngotok Ring Kanal. Kemarin memang hujan deras sampai semalaman sehingga banjir itu,” pungkasnya. Pantauan di desa lain, air juga masih menggenang meski tak tinggi. Seperti yang terlihat di Dusun Sidokampir, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito. Air terpantau masih menggenangi permukiman warga Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito dan Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto