Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Banjir Rendam 13 Titik di Jombang, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Permukiman Warga

Achmad RW • Senin, 9 Juni 2025 | 17:18 WIB
kondisi banjir di Desa/Kecamatan Sumobito Jombang
kondisi banjir di Desa/Kecamatan Sumobito Jombang

Radarjombang.id - Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jombang sejak Minggu sore, 8 Juni 2025, menyebabkan sungai-sungai di sejumlah kecamatan meluap dan merendam permukiman serta jalan desa.

Luapan air mulai terjadi pada Senin dini hari pukul 05.00 WIB dan tercatat mulai menggenangi wilayah-wilayah terdampak sekitar pukul 06.00 WIB.

Data terbaru BPBD Kabupaten Jombang hingga pukul 09.30 WIB mencatat setidaknya 13 desa dan dusun di tujuh kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian muka air bervariasi antara 5 cm hingga 150 cm.

Desa Kademangan di Kecamatan Mojoagung menjadi lokasi dengan genangan tertinggi, yakni antara 100 hingga 150 cm yang merendam permukiman dan jalan desa.

Sementara itu, genangan cukup tinggi juga tercatat di Desa Tejo (50–60 cm), Dusun Sambigelar Desa Pojok Kulon (30–50 cm), Desa Bakalanrayung (50 cm), dan Desa Palrejo (50 cm).

Wilayah lain yang turut terdampak antara lain Dusun Sanan Desa Mojotrisno (10 cm), Dusun Kagulan Desa Janti (20 cm), Dusun Mojodadi Desa Selorejo (10 cm), Dusun Bandaran Desa Mancilan (10–15 cm), Dusun Tapen Lor Desa Tapen (5–10 cm), Desa Jogoloyo (20–30 cm), serta Dusun Taluk Kidul Desa Balongsono yang tergenang 5–15 cm dengan kondisi air masih menunjukkan tren naik.

Meski sebagian besar wilayah saat ini berada dalam kondisi stabil, air masih menggenang di permukaan.

BPBD Jombang melalui Pusdalops PB telah berkoordinasi dengan seluruh perangkat desa terdampak untuk pemantauan lanjutan dan memastikan tidak ada eskalasi situasi.

Hingga laporan ini disusun, tidak ada laporan kebutuhan mendesak, korban jiwa, maupun kerusakan berat yang dilaporkan dari lokasi terdampak.

Plt Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyatakan bahwa banjir ini merupakan akibat langsung dari hujan ekstrem yang menyebabkan kenaikan debit air sungai secara signifikan dalam waktu singkat.

“Ini adalah banjir luapan akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Sungai-sungai tidak mampu menampung debit air yang datang bersamaan, sehingga meluap ke jalan dan permukiman warga,” jelasnya.

Wiku menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan siaga 24 jam penuh.

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada dan segera melapor jika ada peningkatan debit air secara signifikan.

“Kondisi masih kami pantau secara intensif. Kami imbau warga tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan,” tutupnya. (riz)

Editor : Anggi Fridianto
#BPBD Jombang #Rumah Warga #Rendam #banjir #Jombang