Radarjombang.id - Keluhan puluhan petani jagung di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh Jombang akibat serangan hama tikus menemui titik terang.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PT Pokphand Jombang, melalui Wibowo Eko selaku PJA Area, menyatakan bahwa perusahaan telah berupaya melakukan penanganan maksimal, termasuk pencegahan dan pembasmian hama.
”Dari Pokphand sudah melakukan penanganan. Untuk pencegahan dan pembasmian, kami lakukan semaksimal mungkin.
Tetapi karena ini tikus, kita tidak tahu pasti alur keluar-masuknya dari pabrik,” ujar Wibowo saat dikonfirmasi usai musyawarah di Balai Desa Balongsari.
Pihak perusahaan juga akan memastikan tikus tidak keluar dari area peternakan dan menyatakan kesiapannya untuk menanggapi tuntutan warga.
”Kami akan realisasikan perbaikan pagar dalam bulan ini. Untuk penanganan tikus, ke depan akan kami maksimalkan enam bulan sebelumnya.
Kami juga sedang melakukan pendataan lahan terdampak untuk proses kompensasi,” jelasnya. Proses pendataan lahan petani yang terdampak serangan tikus masih berlangsung.
”Pendataan dilakukan oleh pihak perusahaan, petani, dan pemerintah desa secara bersama-sama untuk memastikan siapa saja yang berhak menerima kompensasi,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Puluhan petani jagung di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh mendatangi balai desa, Senin (2/6) siang.
Mereka mengeluhkan tanaman jagung rusak parah akibat serangan hama tikus.
Petani menengarai, banyaknya hama tikus ada keterkaitannya dengan aktivitas pabrik PT Pokphand Jombang.
Petani meminta pertanggungjawaban pihak pabrik, salah satunya memberikan kompensasi kepada petani lantaran mengalami gagal panen.
Suwoto, 54, salah satu perwakilan petani mengatakan, serangan hama tikus begitu masif menyerang tanaman jagung di wilayahnya. Banyaknya populasi tikus ditangarai berkaitan dengan aktivitas pabrik.
”Kalau Pokphand bongkar ayam, tikus keluar semua dari pabrik. Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Sekarang, sawah kami habis diserbu,” ujar Suwoto.
Jumlah tikus sangat banyak dan sulit dikendalikan. Tingkat serangannya pun masif. ”Dalam semalam, satu bidang sawah seluas 1.500 meter persegi bisa ludes diserang hama tikus,” ungkapnya.
Sejumlah upaya dilakukan petani untuk menanggulangi hama tikus, mulai gropyokan, pemberian obat hingga memasang jebakan listrik.
Namun hasilnya sia-sia. Tanaman jagung mereka tetap rusak diacak-acak tikus. ”Kalau yang nanam jagung ada 100 orang, ya 100 titik setrum kami pasang. Tapi tetap saja kalah banyak. Tikusnya luar biasa,” tambahnya.
(riz/naz/ang)
Editor : Anggi Fridianto