RadarJombang.id - Musim tanam tembakau di Kabupaten Jombang tahun 2025 ini diperkirakan bakal mundur.
Pasalnya, areal persawahan masih tergenang air akibat curah hujan yang tinggi.
Bibit tanaman tembakau juga membusuk karena hujan.
Salah satu yang terkena dampak, petani di Kecamatan Ploso. Khususnya di Desa Gendongombo.
Sawah yang hendak ditanami tembakau masih terendam air. Petani terlihat sibuk membersihkan sawah yang terendam akibat meluapnya sungai.
’’Hujan terus turun, banyak sawah masih tergenang, sehingga kemungkinan besar akan mundur masa tanamnya,’’ kata Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Jombang, Lasiman, kemarin.
Kondisi cuaca saat ini sangat mempengaruhi petani tembakau, terutama di wilayah utara Brantas.
’’Menurut keterangan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Juanda, musim kemarau 2025 ini diperkirakan akan pendek,’’ ucapnya.
Curah hujan yang tinggi juga berdampak pada pembibitan tembakau.
’’Pembibitan yang seharusnya siap tanam terpaksa terhambat. Hujan yang terus-menerus membuat bibit di dalam bedengan terlalu besar, sehingga mengakibatkan busuk pada akarnya,’’ jelasnya.
Bahkan, kini sebagian petani tembakau mempersiapkan lahan baru untuk bedengan.
’’Kami khawatir jika bibit tembakau yang terlalu besar ini ditanam, akan mengalami masalah seperti londot atau yang biasa disebut wedangen,’’ tambahnya.
Mereka membuat bedengan baru untuk bibit tembakau, meskipun lahan yang ada masih terendam air dan menunggu surut baru bisa ditanami.
Lasiman memperkirakan, penanaman tembakau di wilayahnya akan mundur hingga beberapa minggu, bahkan bisa sampai bulan depan.
’’Jika melihat kondisi lahan di Kecamatan Ploso, khususnya di Desa Gendongombo, mungkin baru bisa tanam pada pertengahan Juni. Sebagian lahan yang lebih tinggi mungkin bisa mulai tanam di akhir bulan ini atau awal bulan depan,’’ paparnya.
Luas lahan yang ditanami tembakau di Kabupaten Jombang diperkirakan akan sama dengan tahun sebelumnya, sekitar 6.000 hektar.
‘’Jika cuaca terus seperti ini dan penundaan tanam tembakau terjadi, bisa-bisa tahun ini hanya mencapai 85-90 persen. Termasuk di wilayah Kecamatan Kabuh ke timur di dataran tinggi, banyak yang belum ditanami karena hujan terus-menerus,’’ urainya.
Dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini, para petani tembakau di Jombang berharap agar segera ada perubahan cuaca agar musim tanam dapat berjalan dengan baik. (riz/jif/riz)
Editor : Anggi Fridianto