RadarJombang.id – Sedikitnya 26 penerangan jalan umum (PJU) terdampak pelebaran jalan provinsi di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang Jombang dibongkar secara bertahap.
Ditarget pekan depan pembongkaran PJU itu tuntas dan dipindah ke lokasi baru.
’’Untuk PJU yang kena pelebaran secara bertahap sudah kami pindah sejak Rabu (14/5), mungkin minggu depan baru bisa selesai,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Budi Winarno, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas, Johan Kartika, Sabtu (17/5).
Data sementara ada 26 titik penerangan yang terdampak. Saat ini belum separo yang dibongkar.
Pasalnya, sebelum dibongkar pihaknya menyiapkan lokasi baru terlebih dahulu.
’’Metodenya, kami buat lubang dahulu, setelah itu (PJU) yang lama dicabut dan dipasang lagi. Jaringan listriknya juga langsung kami tata,’’ imbuhnya.
Langkah itu dilakukan dengan harapan, adanya pemindahan tak membuat jalan setempat gelap gulita.
’’Harapannya tidak sampai padam total,’’ paparnya.
Lokasi pemindahan rata-rata berada di timur. Titik baru pemasangan juga tak jauh dari lokasi lama.
’’Menyesuaikan, karena dari data awal ada 26 titik. Realisasinya bekurang atau tidak, kami belum tahu. Karena ada sebagian (PJU) yang tidak kena,’’ bebernya.
Seluruh pembongkaran dan pemindahan tak dilakukan pelaksana proyek, melainkan Dishub Jombang.
’’Sesuai kesepakatan awal, sarana utilitas yang terdampak itu yang mindah masing-masing pemilik aset. Karena selain PJU, ada juga tiang kabel fiber optic serta RPPJ (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan),’’ katanya.
Jalan provinsi ruas Jl Raya Jombang-Ploso dilebarkan. Sepanjang 1,4 kilometer jalan sisi timur bakal dilebarkan tiga meter.
Dimulai dari jembatan Sungai Ngotok Ring Kanal di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang ke arah selatan hingga depan Pasar Ngrawan Tembelang. (fid/jif/riz)
Editor : Anggi Fridianto