Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Digelontor Miliaran Rupiah, Proyek Jembatan Bailey di Desa Kudubanjar Jombang Belum Dimulai, Ini Penyebabnya

Ainul Hafidz • Minggu, 4 Mei 2025 | 13:18 WIB
BELUM TERTANGANI: Jembatan putus di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu bakal ditangani tahun ini (18/3).
BELUM TERTANGANI: Jembatan putus di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu bakal ditangani tahun ini (18/3).

Radarjombang.id - Proyek jembatan bailey di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang diplot Rp 3,6 miliar bersumber APBD 2025.

Namun hingga awal Mei belum bisa segera dikerjakan.

Pasalnya, proses pengadaan melalui e-purchasing belum tuntas. Saat ini pemkab masih mematangkan persiapan pemilihan pihak penyedia melalui sistem.

’’Sekarang masih membahas dokumen untuk pemilihan penyedia,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Agung Hariadi, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin

Dokumen perencanaan proyek terbagi dua item. Pengadaan jembatan bailey dialokasikan Rp 2 miliar dan jasa erection atau pemasangan diplot Rp 1,6 miliar.

Sampai kemarin, dokumen perencanaan masih dilakukan review bersama dengan pihak aparat penegak hukum (APH).

’’Kemarin sudah paparan dengan kejaksaan, sekarang masih mematangkan untuk sistem e-katalognya,’’ ucapnya.

Langkah itu dilakukan, lantaran pengadaan barang proyek tersebut tak ditender. Melainkan menggunakan sistem e-purchasing.

Sehingga, pihaknya kini mematangkan prosesnya terlebih dahulu.

’’Sampai sekarang belum ada perubahan, masih tetap pakai e-purchasing. Paparannya sekarang sudah ke teknis (pengadaan barang),’’ ujarnya.

Agung optimistis pertengahan tahun atau Juni nanti tahapan itu sudah rampung. Sehingga, bisa dilanjutkan dengan pekerjaan di lokasi.

’’Pekerjaannya Insya Allah cepat, antara dua sampai tiga bulan sudah selesai. Biarpun ada pengerjaan fondasi, tetapi lebih banyak ke perakitan (pemasangan) jembatan,’’ bebernya.

Jembatan di Desa Kudubanjar putus sejak lima tahun lalu, tepatnya awal 2020. Karena tak kunjung ditangani, warga urunan untuk membangun jembatan darurat dari rangka besi.

Akses jembatan yang membentang di atas Kali Marmoyo tersebut sangat vital untuk aktivitas warga sekitar. Karena menghubungkan Kecamatan Kudu dengan Kecamatan Ngusikan.

Sempat diajukan pembangunan jembatan pada 2024, namun karena ada refocusing anggaran, sehingga proyek tersebut batal. Pemkab mengalokasikan Rp 3,6 miliar tahun ini. (fid/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Kecamatan kudu #Kudubanjar #Jembatan #Jombang #jembatan rusak #Pemkab Jombang #Perbaikan