Radarjombangid - Sebanyak 1.012 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke tanah suci Makkah.
Mereka terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter) yang berangkat melalui Embarkasi Surabaya. Masing-masing kloter 18, 19, dan kloter 48.
Sesuai jadwal, CJH yang tergabung dalam kloter 18 dan 19 akan diberangkatkan pada 6 Mei mendatang, sementara kloter 48 dijadwalkan menyusul sepekan setelahnya.
”Ya untuk kloter 18 dan 19 akan berangkat 6 Mei mendatang,’’ ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang Muhajir kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Adapun CJH yang tergabung dalam kloter 48, sesuai jadwal baru akan diberangkatkan pada 15 Mei mendatang.
”Ini jaraknya memang cukup jauh karena beberapa faktor. Salah satunya terkait penerbitan visa dari pemerintah Arab Saudi, dan vaksin miningitis,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga batas akhir masa pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih) ditutup pada 25 April lalu, Kemenag mencatat sebanyak 124 calon jemaah haji (CJH) tidak melakukan pelunasan biaya haji.
”Sampai di tanggal terakhir pelunasan (25/4) ada jemaah yang tidak melunasi biaya haji. Sehingga cadangan naik untuk mengisi kekosongan kuota jemaah haji reguler 2025,” papar dia.
Muhajir mengatakan, ada beberapa alasan CJH tidak bisa melakukan pelunasan bipih. Di antaranya, faktor kesehatan, menunda keberangkatan agar bisa berangkat bareng keluarga lainnya, hingga faktor keuangan calon jemaah saat ini. Pelunasan biaya ibadah haji untuk Embarkasi Surabaya tahun ini sebesar Rp 60.955.751.
”Yang tidak melunasi bisa lunas tunda di tahun berikutnya, ikut keberangkatan tahun 2026,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto