RadarJombang.id – Jumlah calon jemaah haji (CJH) yang belum melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji cukup banyak.
Hingga Selasa (15/4) masih ada 348 CJH yang belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).
Untungnya, masa pelunasan haji tahap 2 diperpanjang.
’’Masa pelunasan yang seharusnya berakhir 17 April diperpanjang hingga 25 April,’’ kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Jombang, Ilham Rohim, (16/4).
Pengajuan jemaah yang mengalami kegagalan sistem, pendampingan lansia, penggabungan mahram dan penyandang disabilitas yang semula berakhir 18 Maret diperpanjang hingga hari ini (17/4).
Hingga Selasa (15/4), jumlah CJH yang sudah melunasi sebanyak 1.083 orang.
Rinciannya, lunas tahap 1 sebanyak 771 orang dan lunas tahap II sebanyak 312 orang.
Adapun jumlah CJH yang berhak lunas pada tahap II ada 660 orang. Dari jumlah itu, yang belum lunas ada 348 orang.
Disinggung soal faktor dan kendala yang dihadapi, ia belum bisa menjelaskan secara rinci.
Sebab, belum ada keterangan dari CJH. ’’Kita tunggu proses pelunasan selesai,’’ jelasnya.
Selain itu, masih ada juga jemaah yang belum dinyatakan istitaah oleh Dinkes Jombang. Hal itu tentu berpengaruh pada syarat pelunasan Bipih.
’’Yang sudah istitaah ada 1.137 orang dan yang evaluasi kesehatan ada empat orang,’’ paparnya.
Sembari menunggu jadwal pelunasan Bipih selesai, pihaknya juga menyiapkan tahap manasik haji di tingkat kecamatan.
’’Kami ingin terus mematangkan pemahaman para CJH supaya siap berangkat pada gelombang pertama dengan kloter-kloter awal,’’ ucapnya.
Manasik haji di Jombang dibagi menjadi dua sesi. Ada dua sesi di tingkat kabupaten. Serta enam sesi yang lokasinya tersebar di seluruh kecamatan.
Biaya haji jemaah embarkasi Surabaya 2025 mencapai Rp 60,9 juta. Jemaah yang sudah setor Rp 25 juta ketika mendaftar harus menambah Rp 35,9 juta. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW