RadarJombang.id - Kondisi plengsengan di Sungai Rejoagung II tepatnya di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno memprihatinkan.
Pasalnya, plengsengan dari precast lining itu banyak yang ambrol.
Warga mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliran rupiah dari APBN tersebut.
Seperti pantauan koran ini, Sabtu (5/4) kemarin, plengsengan banyak yang rontok. Sejumlah titik plengsengan juga ambles.
”Itu sudah dua kali ambrol,” ujar Bambang salah satu warga sekitar.
Dirinya mengungkapkan, kerusakan pertama sekitar Desember lalu. Setelah dilakukan perbaikan rusak kembali.
”Rusak lagi itu bulan Januari. Hingga sekarang belum dilakukan perbaikan," ungkapnya.
Dirinya juga heran, plengsengan tersebut sudah rusak. Padahal, proyek tersebut baru dikerjakan pada sekitar 2024 lalu. ”Itu baru dibangun tahun lalu. Tapi sudah rusak,” ungkapnya.
Menurutnya, melihat titik kerusakan hampir merata, ia mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek.
Menurutnya, jika tidak kunjung diperbaiki, tentunya kerusakan akan semakin parah.
”Kalau tidak segera diperbaiki takutnya semakin rusak menjadi banjir,” harapnya.
Sementara Kepala Desa Gondek Hisbulloh Huda membenarkan sejumlah plengsengan di wilayahnya ambrol.
”Ambrolnya itu waktu banjir di enam kecamatan. Kalau tidak salah bulan Januari lalu," ungkapnya.
Diungkapkan Hisbulloh, memang pada saat itu debit air cukup deras dan tinggi. Bahkan sudah masuk ke pemukiman.
”Pada waktu itu ada 25 rumah yang terdampak. Ini banjir terparah. Sebelumnya tidak pernah banjir,” imbuhnya.
Proyek tersebut dibangun antara tahun 2023-2024. "Insya Allah itu dibangun tahun. 2023-2024," tegasnya.
Sementara dikonfirmasi, Kabid SDA Dinas PUPR Jombang Sulton, mengatakan proyek tersebut merupakan kewenangan dari BBWS Jombang.
”Kalau itu proyeknya BBWS. Jadi kewenangan untuk perbaikan di BBWS,” ungkapnya.
Dikatakan, dinas PUPR hanya bisa memberikan laporan ke BBWS adanya kerusakan plengsengan tersebut.
”Kadang mereka (BBWS, Red) belum tahu karena keterbatasan personel. Jadi kami memberikan laporan apabila ada kerusakan,” bebernya.
Hanya saja, dirinya tidak bisa memastikan kapan realisasi perbaikannya.
”Kalau nanti perbaikannya kapan kami juga tidak tahu. Kami hanya bisa melaporkannya saja,” pungkas Sulton. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW