RadarJombang.id – Rencana pemerintah pusat melakukan revitalisasi Rolak 70 di perbatasan Jombang dengan Kabupaten Kediri belum jelas.
Diprediksi, revitalisasi rolak 70 itu akan dibatalkan, mengingat pusat memberlakukan efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, menjelaskan, rencana pemerintah pusat kembali memfungsikan rolak hingga 2025 masih buram.
’’Dulu sudah ada studi dan sebagainya. Selanjutnya kapan realisasi atau penanganan belum ada kabar lagi,’’ katanya, kemarin.
Pemerintah pusat melalui balai besar wilayah sungai (BBWS) Brantas pada 2022 sudah melakukan studi atau kajian.
Beberapa opsi muncul, mulai kembali memfungsikan rolak hingga mengubahnya menjadi objek wisata air.
’’Wacananya difungsikan kembali sebagai kolam retensi atau pengendali banjir Kali Konto,’’ imbuhnya.
Hanya saja, meski kajian dan studi sudah dilakukan, sampai saat ini belum ada kejelasan tindak lanjut rencana itu.
’’Kapan waktunya kami yang di daerah belum dapat informasi lagi,’’ ujar Sultoni.
Rencana tersebut berpeluang besar urung terlaksana, mengingat saat ini pemerintah pusat juga melakukan efisiensi anggaran.
’’Melihat kondisi sekarang mungkin rencana revitalisasi akan mundur lagi, karena ada efisiensi anggaran,’’ terangnya.
Sebelumnya, pemerintah pusat sudah melakukan kajian merevitalisasi Rolak 70.
Ada opsi menjadikannya tampungan air hingga penanganan talud. Ini karena posisi Rolak 70 berdampingan dengan beberapa sungai.
Di antaranya Kali Konto dan Avoer Besuk yang kondisi tanggulnya juga kritis. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW