RadarJombang.id – Sedikitnya 13 calon jemaah haji (CJH) asaL Jombang gagal melakukan pelunasan biaya haji tahap I lantaran gagal sistem.
Hal itu disebabkan hasil istitaah belum keluar. Mereka tetap diberikan kesempatan melakukan pelunasan pada tahap ke II.
”Yang belum istitaah masuk gagal sistem ada 13 orang diajukan pelunasan tahap ke II,” terang Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir melalui Ilham Rohim Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, istitaah menjadi syarat utama sebelum pelunasan bipih.
Jika belum dinyatakan istitaah oleh dinas kesehatan,maka jemaah tidak bisa melakukan pelunasan tahap I.
Meski begitu, tetap diberikan kesempatan meluansi pada tahap kedua yang sudah dibuka sejak 24 Maret-17 April mendatang.
”Ya berdasarkan data yang telah dikeluarkan Kemenag, total ada 659 CJH yang masuk dalam pelunasan bipih tahap 2,” imbuh Ilham.
Ia mengatakan, ada beberapa kategori bagi CJH yang melakukan pelunasan bipih tahap 2.
Masing-masing jemaah haji reguler yang saat pelunasan tahap sebelumnya mengalami kegagalan sistem, jemaah haji reguler pendamping jemaah haji reguler lanjut usia, jemaah haji reguler terpisah dengan mahram atau keluarga, jemaah haji reguler pendamping penyandang disabilitas, serta jemaah haji reguler cadangan.
”Jadi ada beberapa kriteria sesuai yang ditentukan oleh Kemenag,” tambahnya.
Ilham menguraikan, total ada 659 jemaah yang berhak lunas di tahap 2. Dengan rincian, yang sudah melakukan pelunasan per kemarin ada 11 orang dan belum lunas 648.
”Sesuai jadwal, pelunasan dimulai 24 Maret hingga 17 April,” jelas dia.
Sedangkan, dari jumlah ada juga CJH cadangan sebanyak 315 orang. Namun yang siap berangkat 258 karena 57 menyatakan tunda.
”Alasan tunda bermacam macam, salah satunya menunggu mahram,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (bipih) tahap 1 di Jombang telah ditutup per Jumat (14/3) lalu.
Data yang dihimpun Kemenag Jombang, total ada 233 calon jemaah haji (CJH) Jombang yang tidak melakukan pelunasan.
Setelah diinventarisir, faktornya bermacam-macam mulai meninggal dunia, sakit hingga faktor ekonomi.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan, dari jumlah 1.004 jumlah jamaah kuota keberangkatan 2025, telah diberikan kesempatan untuk melakukan pelunasan bipih tahap I mulai 14 Februari - 14 Maret 2025.
”Yang melunasi ada 771 dan yang tidak melunasi tahap 1 ada 233,” ujar dia melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jombang Ilham Rohim, Minggu (16/3).
Dijelaskan, ada beberapa faktor yang membuat ratusan jemaah tidak melunasi bipih tahap 1.
Mulai alasan ekonomi karena terkendala biaya, meninggal dunia, menunggu mahram atau penggabungan suami/istri maupun anak/orang tua, tidak di ketahui alamatnya, sakit, cerai dengan pasangannya hingga sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
”Jadi, setelah kami lakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan ada bebeapa alasan,” jelas dia. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW