RadarJombang.id - Penuhnya Kali marmoyo di utara brantas hingga berujung meluber ke sawah, dibenarkan petugas PPL setempat.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ploso Syaifudin mengatakan, dari hasil pendataan di lapangan, luasan areal sawah yang terendam banjir mencapai 100 hektare lebih.
Ratusan hektare sawah tersebut tersebar di tiga desa, masing-masing Desa Jatigedong, Desa Ploso, dan Desa Pandanblole.
”Luasan lahan terdampak mencapai sekitar 110 hektare,” terangnya (26/2).
Disebutkan, dari 110 hektare yang terdampak, masing-masing di Desa Jatiogedong seluas 50-60 hektare, Desa Ploso seluas 30 hektare, serta di Desa Pandanblole 20 hektare.
”Penyebabnya ini selain luberan Kali Marmoyo juga ada tanggul jebol di Pandanblole,” imbuh dia.
Dijelaskan, wilayah Desa Ploso dan Desa Jatigedong selama ini langganan banjir. Penyebabnya dari aliran Kali Marmoyo yang meluber.
”Jadi paling parah di Jatigedong karena di sana pertemuan dua sungai, kemarin yang awalnya tidak tinggi. Sekarang airnya tambah tinggi,” ujar Syaifudin.
Sedangkan di Desa Pandanblole penyebabnya karena terdapat tanggul yang jebol.
”Semua sudah hamparan padi, baik di Pandanblole, Ploso maupun di Jatigedong. Rata-rata usia antara 45-60 hari usai tanam,” tutur dia.
Dua desa yang jadi langganan menurut Syaifudin, tak sekali ini terendam, hitungannya sedikitnya sudah dua kali ini.
Baca Juga: Menggenangi 6 Desa di 2 Kecamatan, Banjir Luapan Kali Marmoyo Jombang Belum Surut Sepenuhnya
”Tetapi temporer, begitu wilayah Plandaan tidak hujan, akan cepat surut. Sehingga tidak sampai lama berminggu-minggu,” ujar Syaifudin.
Pihaknya selain mendata juga sudah melaporkan adanya tanggul sungai jebol.
Harapannya, bisa segera tertangani sehingga air tak bertahan lama menggenang di persawahan.
”Khusus di Pandanblole, ini akan didatangkan alat berat sama dinas (Dinas PUPR). Keterangan terakhir akan diperbaiki menunggu air surut,” kata Syaifudin. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW