RadarJombang.id - Viralnya video lansia yang mengambil pupuk bersubsidi dengan kondisi terbaring dalam ambulans direspons pihak terkait.
Kepala Dinas Pertanian Jombang Much Rony tak menampik adanya insiden di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang itu.
Kendati demikian, pihaknya menyebut kejadian itu hanya soal miskomunikasi saja.
"Terkait kejadian yang di Pucangsimo itu, ada miskomunikasi, kita sudah klarifikasi dan mediasi pada Senin (24/2) lalu, ke ibunya dan anaknya," terang Rony kepada Jawa Pos Radar Jombang (26/2).
Rony menjelaskan, dari data yang dihimpun timnya saat menuju ke lokasi, diketahui wanita yang berada dalam ambulans tersebut bernama Rochmah, 71, warga Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Rochmah, disebut Rony baru saja pulang berobat pada Jumat (21/2) siang itu dan kemudian hendak mengambil pupuk di Kios milik Suparjo di Desa Pucangsimo itu dengan diantar anaknya.
"Itu kebetulan si ibu habis pulang berobat, naik kendaraan (Ambulans desa,Red) itu, sekalian anaknya mengambil pupuk," lontarnya.
Namun, saat itu karena menjelang salat Jumat, kios pupuk itu sedang dijaga Nurul yang merupakan karyawan kios pupuk tersebut.
"Kebetulan yang jaga itu bukn yang punya. Yang punya (kios pupuk,Red) itu sedang jumatan, dan penjelasan penjaganya seperti itu, dan harusnya memang tidak seperti itu penjelasannya," ungkapnya.
Penjelasan yang disebut Rony kurang pas itulah yang kemudian memicu adanya insiden hingga berujung video viral tersebut.
"Tapi yang jelas kami sudah datangi, dan masalah sudah klir, ibu tersebut sudah mendapatkan haknya," terangnya.
Pihaknya juga menyebut, secara aturan kehadiran pemilik tanah untuk menebus pupuk bersubsidi memang diperlukan, bahkan wajib hukumnya.
"Kehadiran penerima itu kan memang dibutuhkan untuk bisa difoto melalui aplikasi. Ini sebagai bentuk transparansi, agar penyaluran pupuk benr-benar tepat sasaran," lontarnya.
Namun, jika ditemukan kendala saat pelaksanaan, misalkan penerima sedang sakit atau halangan yang lain, ada mekanisme yang bisa ditempuh agar penerima pupuk bersubsidi tak kehilangan haknya.
"Tapi memang dalam situasi khusus ada pertimbangan sosial dan kemanusiaan lah. Sehingga Pengambilan pupuk bisa kok menggunakan keterangan saat tidak bisa hadir langsung," pungkasnya.
Sebuah video seorang wanita lansia yang harus dibawa menggunakan ambulans ke kios pupuk untuk menebus pupuk bersubsidi viral di media sosial.
Hal itu, harus dilakukan warga dan keluarga korban lantaran pembelian pupuk bersubsidi di wilayah tersebut tak bisa diwakilkan.
Sementara sang nenek yang juga petani, tak punya keluarga lagi yang se-KK dengannya. (riz)
Editor : Achmad RW