RadarJombang.id – Sebanyak 1.004 calon jemaah haji (CJH) asal Jombang dipastikan akan berangkat ke tanah suci Makkah tahun ini.
Menyusul, mereka masuk daftar pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih) tahap pertama.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan, jika jumlah jemaah yang berhak melunasi bipih tahap pertama sudah turun.
”Ya, jumlahnya sebanyak 1.004, dengan rincian 976 orang adalah jumlah jemaah haji urut porsi dan 28 jemaah lansia,’’ ujar dia melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jombang Ilham Rohim kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (25/2).
Ia mengatakan, sesuai jadwal yang telah ditentukan mereka bisa melunasi bipih tahap pertama sejak 14 Februari 2025 hingga 14 Maret 2025 mendatang.
Per Selasa (25/2), total ada 436 CJH yang melakukan pelunasan ke bank penerima setoran.
”Pelunasan tahap pertama bisa dilakukan langsung ke bank penerima setoran awal. Kemudian nanti berkas pelunasan dibawa ke sini (Kantor Kemenag Jombang) untuk diverifikasi,’’ jelas dia.
Ia menjelaskan, adapun besaran ongkos haji yang harus dilunasi sekitar Rp 35,9 juta per jemaah.
Sebab, bipih embarkasi Surabaya tahun ini diputuskan sebesar Rp 60,9 juta.
”Sehingga harus melunasi sekitar Rp 35 juta, karena pada setoran awal sudah menyerahkan Rp 25 juta,’’ papar dia.
Sementara itu, ia juga menyampaikan jika ada 315 CJH cadangan. Mereka adalah CJH yang siap berangkat namun menunggu kuota atau pemberitahuan dari Kementeriaan Agama RI.
Baca Juga: Meninggal Dunia, Satu CJH asal Jombang Gagal Berangkat ke Tanah Suci
”Ya untuk jemaah cadangan masih menunggu pemberitahuan pelunasan bipih tahap 2,’’ papar dia.
Sesuai jadwal, CJH cadangan baru diperbolehkan melakukan pelunasan pada 24 Maret hingga 18 April.
”Pelunasan tahap 2 dikhususkan bagi beberapa kategori, mulai gagal sistem, pendampingan lansia, penggabungan suami istri, pendamping jemaah disabilitas, dan jemaah cadangan,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW