Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dua Pekan Berlalu Sejak Banjir Besar di Jombang, Tiga Pintu Air Dam Yani Masih Rusak

Ainul Hafidz • Minggu, 23 Februari 2025 | 19:17 WIB
BERJIBAKU: Warga bersama petugas melakukan pembersihan sangkrah di pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito yang tak fungsi, Kamis (23/1).
BERJIBAKU: Warga bersama petugas melakukan pembersihan sangkrah di pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito yang tak fungsi, Kamis (23/1).

RadarJombang.id – Dua pekan berlalu sejak banjir besar merendam sejumlah wilayah di Jombang, penanganan tiga pintu air Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito yang rusak belum rampung.

Pemerintah desa (pemdes) berharap, perbaikan bisa segera tuntas, mengingat saat ini masih musim hujan sehingga rawan terjadi banjir.

’’Harapan kami supaya tiga pintu ini segera normal kembali, bisa dibuka dan tutup lagi,’’ kata Kepala Dusun Budug, Hadi Kuswoyo.

Dari 12 pintu air, sebelumnya ada lima pintu yang rusak sejak tahun lalu. Dua di antaranya sudah diperbaiki pertengahan Januari 2025 lalu.

’’Sekarang tinggal tiga (pintu) yang masih belum bisa dibuka,’’ imbuhnya.

Hadi berharap, pihak pemilik kewenangan sungai serius melakukan penanganan.

’’Ketika pintu masih rusak, kami takutnya seperti kemarin. Banjir lagi di Sumobito,’’ ujar Hadi.

Menurutnya, Dam Yani merupakan salah satu bendung vital.

Aliran sungai dari Jombang wilayah selatan mengalir ke Sungai Ngotok Ring Kanal di dam itu.

’’Semoga dari 12 pintu semua  bisa segera normal lagi,’’ ucap Hadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Sultoni, membenarkan, tiga pintu air Dam Yani masih rusak.

Meski komponennya sudah dibongkar sejak akhir Januari lalu, sampai saat ini belum tuntas.

’’Di lokasi memang sudah tidak ada perbaikan, karena komponen yang kemarin dibongkar itu dibawa ke bengkel,’’ terangnya.

Tiga yang rusak, pintu nomor tujuh, delapan dan sembilan. Dia tak berani menjamin penanganan bisa segera tuntas.

Hasil koordinasi terakhir, pihak pemilik kewenangan sungai terkendala anggaran.

’’Kemarin ada kabar pemangkasan anggaran, akhirnya ikut stagnan,’’ imbuh dia.

Tidak ada alternatif cadangan, meski ketiga pintu saat ini macet. Karena seluruh pintu kini menggunakan tenaga listrik.

’’Kalau dipasang manual, akan diubah lagi. Ini teman-teman balai (BBWS Brantas) yang menentukan apakah butuh diberi pintu manual sebagai cadangan,’’ ungkap Sultoni. (fid/jif/riz)

Editor : Achmad RW
#belum #dam yani #Jombang #Penanganan #rusak #rampung