RadarJombang.id – Jajanan yang diduga menjadi penyebab 45 siswa SDN Wuluh 1 Kecamatan Kesamben Jombang keracunan kini diuji lab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya.
Hasil lab kepada sampel korban keracunan itu, diperkirakan baru selesai dalam waktu minimal satu pekan.
’’Kami sudah mengambil sampel muntahan, sampel sticktofu dan sampel crabstick untuk diuji lab,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, kemarin.
Sampel diambil dari sisa dagangan pedagang yang berjualan di SDN Wuluh 1 Kecamatan Kesamben.
Tanggal kedaluwarsa tidak tertera dalam tulisan. Hexa belum bisa memastikan penyebab keracunan siswa.
’’Kita menunggu hasil uji lab saja,’’ ucapnya.
Hexa mengatakan, siswa yang keracunan sudah mulai membaik. Mereka telah dirawat di puskesmas dan klinik sekitar sekolah.
’’Satu dirawat di Puskesmas Sumobito, satu di Klinik Bima Medika, dan dua di Puskesmas Kesamben,’’ jelasnya.
Siswa yang mengalami gejala ringan tidak perlu dirawat. Namun jika mengalami mual muntah, pusing, hingga diare dan tidak nafsu makan, maka akan dilakukan perawatan intensif di puskesmas dan klinik.
’’Dari 45 yang mengeluhkan mual muntah, hanya empat yang dirawat,’’ terangnya.
Ia mengaku belum melakukan tindakan kepada pedagang, sebab ia juga tidak ingin menjatuhkan usaha pedagang makanan di sekitar sekolah.
Baca Juga: Sejumlah Siswa di Jombang Keluhkan Sakit Perut, Disebut Keracunan Jajanan Latiao
’’Hasil lab juga belum keluar. Jadi tidak ada dasar bagi kami melakukan tindakan. Kasihan usaha orang juga, tapi kita juga harus antisipasi untuk memilih jajanan yang sehat,’’ ucapnya.
Sebelumnya, puluhan siswa SD Negeri di Kecamatan Kesamben Jombang dilaporkan mengalami keracunan massal sejak Selasa (18/2) malam.
Puluhan siswa SDN Wuluh 1 Kecamatan Kesamben Jombang itu, mengeluhkan mual hingga diare usai mengkonsumsi makanan instan.
Empat siswa, hingga kini masih dirawat di klinik dan puskesmas terdekat. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW