RadarJombang.id – Rencana pemkab merelokasi warga terdampak tanah longsor di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam Jombang ke hunian sementara (huntara) mulai ada titik terang.
Pemdes sudah menyodorkan tiga lokasi lahan untuk pembangunan huntara.
Sayangnya, pemkab belum mengantongi data pasti berapa warga yang siap untuk direlokasi ke huntara.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi menjelaskan, saat ini ada tiga lahan yang disodorkan pemdes setempat untuk dibangun huntara.
”Jadi posisi sekarang ada tiga lahan, sudah kami survei tinggal istilahnya memastikan kelayakan tempat dan jumlah unit yang akan dibangun,” kata Agung dikonfirmasi, Jumat (14/2).
Data sementara diterima pihaknya, sedikitnya ada 19 unit yang bakal dibangun.
”Sebenarnya masih terus berubah, awalnya kemarin 16 rumah, tetapi kemarin ada tambahan tiga, sehingga sekarang jadi 19,” imbuh dia.
Meski data tersebut bertambah, pihaknya tetap meminta pemdes untuk memastikan berapa warga yang mau untuk direlokasi ke huntara.
Karena, data tersebut berkaitan dengan jumlah hunian yang akan dibangun di lahan huntara.
”Hari ini (kemarin) sebenarnya kami sudah minta supaya datanya dikunci dan ada berita acara, biar ini segera dibangun,” ujar Agung.
Dari tiga lahan yang disodorkan pemdes, masing-masing lokasi atau titik pertama untuk tiga hunian, lokasi kedua untuk tiga hunian dan lahan ketiga rencananya dibangun untuk 11 hunian.
”Lahan sudah ketemu, kami sudah buat layout dan denahnya untuk tiga lahan. Sekarang tinggal fix jumlahnya berapa,” kata Agung.
Diakui, ada 29 rumah terdiri dari 32 KK yang terdampak dan rencananya direlokasi ke huntara. Hanya saja, tak semua warga mau.
”Hampir sama dengan tahun lalu, awalnya 28 rumah, turun jadi 8 dan naik akhirnya jadi 12. Kami memaklumi dan namanya warga,” kata Agung. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW