RadarJombang.id - Disporapar Jombang membenarkan adanya kenaikan sewa yang sangat fantastis di kios kawasan wisata religi makam Gus Dur Jombang.
Hal itu, diungkapkan Kepala Disporapar Jombang Bambang Nurwijanto kepada wartawan (12/2).
Pihaknya menceritakan awal mula adanya penentuan tarif sewa kios di kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur.
Ia menyampaikan, selama ini pedagang hanya ditarif retribusi per bulan dengan biaya yang terjangkau.
Namun setelah adanya penyerahan aset dari pemerintah pusat ke pemkab otomatis harus dilakukan tarif sewa kios karena mereka menempati aset pemkab.
”Untuk itu kita lakukan appraisal dengan pihak ketiga,’’ jelas dia.
Dari appraisal itu, kemudian muncul nilai tarif yang besarannya bervariatif mulai Rp 5-12 juta tergantung ukuran.
”Nilai appraisal bervariatif ada Rp 5 sampai Rp 12 juta tergantung ukuran dari dasar appraisal oleh kantor jasa penilai publik (KJPP),’’ papar dia.
Ia mengakui, kebijakan tersebut menimbulkan kontra dari warga. Sehingga harus ada sosialisasi dan pembahasan lebih lanjut.
”Selama ini memang tidak ada sewa, karena baru 2024 dihibahkan dari pusat ke kita,’’ jelas dia.
Ia mengatakan, total ada 100 lapak di kios Makam Gus Dur yang kini ditempati para pedagang.
Baca Juga: Akses Jalan ke Wisata Religi Makam Gus Dur Rusak
Seluruhnya akan dikenakan tarif sewa kios sesuai appraisal yang dilakukan pihak ketiga.
”Ya seharusnya begitu, tapi ini perlu pembahasan lebih lanjut,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW