Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

1.211 Hektare Sawah Tak Teraliri Air Karena Masalah di Dam Karet Jatimlerek, Swasembada Pangan Jombang Cuma Mimpi?

Ainul Hafidz • Senin, 10 Februari 2025 | 12:42 WIB
Kondisi dam karet Jatimlerek Jombang yang masih belum pulih. Pintu 6 masih terbuka dan karet belum bisa digembungkan
Kondisi dam karet Jatimlerek Jombang yang masih belum pulih. Pintu 6 masih terbuka dan karet belum bisa digembungkan

RadarJombang.id - Adanya persoalan di Dam Karet Jatimlerek Jombang mendapat respons Dinas Pertanian (Disperta) Jombang.

Menyusul, irigasi pertanian di Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso mengandalkan pasokan air dari Sungai Brantas.

Disperta Berharap BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas segera mengatasi persoalan itu.

”Jadi kami sudah mendapat laporan dari teman-teman PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan sudah kami teruskan juga ke dinas PUPR,” kata Rony dikonfirmasi, Minggu (9/2).

Harapannya, persoalan yang mendera fisik Dam Karet Jatimlerek dan penataan pegawainya itu bisa segera dituntaskan.

Baik terjadinya kerusakan pada pintu enam maupun persoalan tenaga atau operator Bendung Karet Jatimlerek. ”Semoga ini bisa segera teratasi,” imbuh dia.

Bukan tanpa alasan, sebab sawah seluas 1.211 hektare di Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso selama ini pasokan air mengandalkan irigasi Jatimlerek.

Notabene suplai airnya dari Sungai Brantas melalui Bendung Karet Jatimlerek.

”Jadi untuk sekarang di sana memasuki musim panen, petani juga sudah mulai membutuhkan air untuk mengolah lahan,” ujar Rony.

Data sementara yang dikantongi pihaknya, panen raya padi sudah dimulai di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan.

Saat ini wilayah setempat juga memasuki persiapan musim tanam kedua.

”Dari sekitar 122 hektare (Desa Jatimlerek) ini hanya tinggal satu kelompok atau 15 hektare yang belum panen, dan minggu depan terakhir,” tutur dia.

Sementara wilayah lainnya, dalam waktu dekat juga sudah mulai panen padi.

Sehingga, tentu bakal diikuti dengan persiapan olah tanam untuk musim tanam kedua.

Karena itu,  persoalan di Bendung Karet Jatimlerek butuh penanganan segera.

”Mudah-mudahan curah hujan cukup sampai akhir musim tanam,” ujar Rony.

Pihaknya juga sudah mengantisipasi  ketika persoalan itu tak kunjung terselesaikan.

”Akan kami siapkan brigade aslintan (alat dan mesin pertanian) pompa air, jadi insya Allah ketika dibutuhkan petani untuk pengairan sawah kami sudah siap,” tutur dia.

Tidak hanya itu, pihaknya berencana melakukan kroscek ke lapangan untuk mengetahui sejauhmana dampak adanya persoalan itu.

”Rencana besok (hari ini) kita ada cek lapangan,” kata Rony. (fid/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#masalah #air #sawah #swasembada pangan #Tak Dapat #Jombang #Jatimlerek #dam karet