RadarJombang.id – Kondisi penutup inlet drainase di Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Jl Gus Dur Jombang dibiarkan rusak.
Saluran yang digunakan untuk mengalirkan air hujan yang mengalir di jalan raya agar masuk ke saluran drainase ini tampak bolong.
Oleh warga ditandai dengan ranting pohon agar tidak membuat pengendara terjatuh.
’’Biasanya dipakai parkir mobil, takutnya kejeglong makanya dikasih kayu,’’ kata Fahmi salah seorang warga di sekitar lokasi (6/2).
Pantauan di lokasi, sedikitnya ada dua titik inlet yang rusak. ’’Ada dua titik yang sudah tidak ada lagi penutupnya,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Agung Hariadi, mengakui, beberapa kerusakan yang ada di lokasi menjadi kewenangannya.
Ini setelah masa pemeliharaan oleh pelaksana berakhir tahun lalu.
Penutup inlet drainase menurutnya bagian dari pekerjaan rehabilitasi trotoar 2023.
’’Beberapa yang rusak akan kami perbaiki,’’ kata Agung.
Di antaranya, lampu taman yang mati. Saat ini masih belum tuntas perbaikan.
’’Segera kita inventarisir lagi, mana yang harus diganti dan diperbaiki,’’ imbuhnya.
Trotoar sisi selatan itu kewenangannya bakal dilimpahkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) lain.
Saat ini masih dalam tahap inventarisir barang sebelum nantinya resmi diserahkan.
’’Harapannya, ketika kami serahkan ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) ataupun Dishub (Dinas Perhubungan) sudah tidak ada lagi yang rusak,’’ kata Agung.
Pemkab Jombang merombak trotoar Jl Gus Dur sisi selatan 2023 lalu.
Proyek menelan anggaran sebesar Rp 3,2 miliar bersumber APBD 2023 dengan pelaksana PT Renis Rimba Jaya. Masa pemeliharaan berakhir 21 Desember 2024.
Rencananya, tahun ini proyek dilanjutkan. Giliran sisi utara yang akan dirombak.
Alokasi anggaran yang disiapkan Rp 2,1 miliar bersumber APBD 2025. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW