Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Padinya Rusak Terendam Banjir, Petani Kesamben Jombang Terpaksa Tanam Ulang

Ainul Hafidz • Senin, 3 Februari 2025 | 14:51 WIB
Banjir yang merendam persawahan di Kesamben, Jombang ini membuat padi milik petani mati dan terpaksa tanam ulang
Banjir yang merendam persawahan di Kesamben, Jombang ini membuat padi milik petani mati dan terpaksa tanam ulang

RadarJombang.id - Banjir yang melanda area permukiman dan persawahan di Kecamatan Kesamben Jombang beberapa hari lalu sudah surut.

Meski masih waswas ancaman banjir, petani tak punya pilihan lain kecuali mengambil risiko untuk kembali tanam ulang.

Sebab, mereka sangat menggantungkan hidup dari bertani. Sayangnya sebagian petani mengaku tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah meski tanaman padi yang mereka tanam mati terendam banjir.

”Ini sudah surut, jadi bisa mulai tanam ulang lagi,” ujar Hari Purnomo petani Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben.

Dirinya mengaku tanaman padinya banyak yang mati akibat terendam banjir berhari-hari.

”Kemarin juga kesulitan untuk mencari bibit. Kondisi air juga sekarang kering jadi tidak bisa melakukan pembibitan," katanya.

Dirinya mengaku, hingga saat ini tidak ada bantuan apa pun dari pemerintah, baik itu berupa bibit padi seperti yang dijanjikan pemerintah. 

Sehingga apabila tanam ulang, dirinya membeli bibit sendiri. ”Dari tahun 2012 hingga sekarang tidak ada bantuan dari pemerintah," bebernya.

Seandainya, dapat bantuan untuk petani, pastinya dirinya juga mendapatkan. Karena setiap tahun sawahnya kebanjiran.

"Tidak ada sama sekali bantuan. Kalau dapat pastinya saya juga dapat karena tanaman saya juga mati,” katanya.

Dirinya menambahkan, untuk melakukan normalisasi sungai pun dilakukan swadaya petani dan masyarakat.

Baca Juga: Ratusan Hektare Tanaman Padi di Jombang Mati Gegara Terendam Banjir Berhari-Hari

"Petani sendiri yang melakukan pembersihan di Gongseng, Kedungsari," ungkapnya.

Sementara itu, sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang M. Rony tak menampik areal pertanian di Kecamatan Kesamben kerap jadi langganan banjir.

Pihaknya segera menerjunkan tim melakukan pendataan.

”Kita evaluasi, kita data. Rendaman itu umur tanaman padi berapa minggu, berapa hari, umur tanamannya kita evaluasi dulu, dipastikan. Yang kedua, itu apakah tanaman atau pembibitan karena ini implikasinya terhadap bantuan. Kalau masih dalam kondisi bibit, terendam dan mati, tidak ada stimulan diganti,” ujar dia.

Ia mengatakan, Pemkab Jombang punya program stimulan bantuan bagi petani yang terdampak banjir, yakni berupa bantuan bibit padi.

”Harus melalui tahapan penyediaan dulu. Jadi setelah ini kami segera melakukan pengadaan barang, untuk menyiapkan itu," ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, pemerintah desa setempat juga bisa memberikan bantuan kepada para petani yang bibit padinya tenggelam dengan menggunakan anggaran dari dana desa (DD).

”Dengan dana desa yang masuk nomenklatur untuk biaya ketahanan pangan,” pungkasnya.(yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Kesamben #banjir #petani #Jombang #padi #bantuan #tanam ulang #rusak