RadarJombang.id - Tanggul parapet di aliran Sungai Catakbanteng yang jebol pada Senin (27/1) malam di Dusun Kagulan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung Jombang mulai ditangani.
Petugas bersama warga bahu-membahu membuat tanggul darurat dari tumpukan karung pasir di titik tanggul parapet yang jebol sepanjang 30 meter tersebut.
Seperti yang terlihat pada Rabu (29/1) pagi, sejumlah warga, TNI dan petugas gabungan lainnya tampak gotong royong menutup parapet yang jebol di Dusun Kagulan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung.
”Untuk pekerjaannya tadi sejak pagi sampai sekitar pukul 10.30, kerja bakti warga tadi,” ucap Kades Janti Mudha Rahmat.
Tanggul parapet yang jebol belum sepenuhnya tertutup. Pemasangan tanggul darurat masih sekitar 80 persen.
”Tadi masih 80 persen, karena karena bambu penahan belum keseluruhan terpasang,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Jombang Sultoni menyebut, penanganan tanggul parapet jebol di Dusun Kagulan mulai berjalan.
”Kerja bakti tadi warga, PUPR, BBD, TNI, Polri dan tim gabungan di sana,” terangnya.
Dijelaskan, parapet sepanjang 30 meter itu, adalah tanggul Sungai Catakbanteng yang merup Kali Gunting yang jebol diterjang banjir pada Senin (27/1) malam.
Penanganan yang dilakukan pada Rabu pagi itu, disebutnya memang masih berupa penanganan darurat.
”Yang bisa dilakukan paling cepat memang penanganan darurat, jadi kita tutup jebolan tanggul itu dengan sandbag, karung yang berisi pasir dan tanah uruk,” ungkapnya.
Baca Juga: Jombang Dikepung Banjir, Sejumlah Perkampungan Tergenang Air Tanggul Jebol
Sultoni menyebut, tanggul itu diharapkan akan bisa setidaknya membendung luberan air saat air kembali tinggi.
”Kalau perbaikan permanen tetap nanti menunggu dari BBWS Brantas selaku pemilik wilayah sungainya,” tegasnya.
Selain itu, penanganan sayap Dam Balongsono di Desa Talunkidul yang tergerus juga terus berjalan.
Dari pendataan, tingkat kerusakan sayap dam disebut Sultoni terus bertambah.
”Untuk yang Balongsono memang belum bisa maksimal, namun upaya pembuatan penahan darurat masih dilaksanakan. Apalagi memang ada tambahan gerusan 3 meter juga di sana,” ungkapnya.
Tanggul di Kali Gunting itu, disebut Sultoni penanganannya akan cenderung lebih sulit ketimbang kerusakan pada parapet di Dusun Kagulan.
Karena gerusan mencapai bagian paling bawah talud. ”Jadi untuk di sana, teman-teman dari BBWS Brantas juga melakukan penimbunan sandbag dan penguatan dengan pancang dan dolken, sambil menunggu air surut baru akan bisa ditangani lebih maksimal lagi,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW