Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

10 Sekolah di Jombang Terendam Banjir, Aktivitas Belajar Mengajar Terganggu

Wenny Rosalina • Jumat, 24 Januari 2025 | 12:48 WIB
Banjir yang merendam SDN Betek 2 Mojoagung Jombang membuat aktivitas belajar mengajar terganggu
Banjir yang merendam SDN Betek 2 Mojoagung Jombang membuat aktivitas belajar mengajar terganggu

RadarJombang.id - Selain meremdam rumah-rumah warga, banjir juga merendam sejumlah gedung sekolah di Kabupaten Jombang.

Tercatat sedikitnya 10 lembaga sekolah di Kecamatan Mojoagung Jombang yang terendam banjir hingga Kamis (23/1) pagi.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah pun lumpuh. Siswa pun belajar secara daring dari rumah.

Koordinator Wilayah Kerja Pendidikan Kecamatan Mojoagung Tamunah mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan sekolah-sekolah terdampak banjir.

Hasilnya, dilaporkan ada sembilan sekolah yang kebanjiran. ”Laporan yang masuk ke saya ada 8 sekolah, tersebar di sejumlah desa,” ungkapnya.

Data dihimpun, sepuluh sekolah yang terendam banjir di antaranya:
1. TK ABA 2 Mojoagung
2. SLB Tunas Harapan
3. SDN Betek 1
4. SDN Betek 2
5. SDN Karobelah
6. SDN Kademangan1
7. SDN Kademangan 3
8. SDN Gambiran
9. SDN Karangwinongan
10. SMPN 3 Mojoagung.

”Yang paling parah SDN Karobelah, saya sudah laporkan ke dinas,” ungkapnya. Untuk sementara, siswa mengikuti kegiatan belajar secara daring dari rumah.

Menurutnya, kondisi banjir seperti ini kerap terjadi setiap musim hujan. Selain laporan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, ia juga melaporkan soal kebanjiran ini ke BKPSDM Jombang.

Sebab, para guru juga tidak bisa datang ke sekolah untuk absensi elektronik.  ”Kami laporan juga ke BKPSDM terkait check clock,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Mojoagung Zainul Arifin menbenarkan terkait banjir yang menggenangi lingkungan sekolah.

Meski tidak sampai masuk ke ruang kelas, namun akses menuju sekolah masih tergenang banjir. Sejumlah siswa tetap datang ke sekolah, namun terpaksa dipulangkan lebih awal.

”Hasil koordinasi dengan dinas, kami diizinkan untuk pulang awal, jam 09.00 WIB, anak-anak kami pulangkan,” jelasnya.

Terpisah,  Asijah, Kasi SMA dan PKLK mengatakan, SLB Tunas Harapan Mojoagung juga diliburkan demi keamanan siswa.

”Hari ini saya diminta bu kacab untuk meninjau langsung kondisi banjir di SLB Tunas Harapan, tapi KBM tetap dari rumah demi keamanan siswa,” singkatnya.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari membenarkan ada sejumlah SD, TK, dan SMP yang terendam banjir hingga tak bisa menjalankan KBM di sekolah.

”Kegiatan KBM tetap berjalan di rumah masing-masing dipandu oleh guru dengan cara dalam jaringan (daring),” singkat Wor. (wen/naz/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#banjir #terganggu #belajar mengajar #Mojoagung #Jombang #Sekolah