Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Banjir di Jombang Bertahan Hingga Hari Ke-Dua, Warga Mengungsi Pemdes Dirikan Dapur Umum

Anggi Fridianto • Jumat, 24 Januari 2025 | 12:41 WIB
Banjir yang merendam Desa Kademangan, Mojoagung bertahan hingga hari kedua atau Kamis (23/1)
Banjir yang merendam Desa Kademangan, Mojoagung bertahan hingga hari kedua atau Kamis (23/1)

RadarJombang.id – Banjir yang merendam sejumlah wilayah kecamatan di Jombang sejak Selasa (21/1) malam hingga kini belum surut.

Sedikitnya masih ada lima desa yang wilayahnya masih terendam. Titik banjir terparah di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung dengan ketinggian muka air di dalam rumah warga mencapai 80-100 sentimeter.

Sebagian warga mulai meninggalkan rumah dan berpindah ke tempat pengungsian.

Sementara itu, pemkab manfasilitasi pemerintah desa mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan makan minum warga.

Data yang dihimpun, beberapa desa di Kecamatan Mojoagung hingga Kamis (23/1) masih terendam banjir.

Masing-masing Desa Kademangan, Desa Mojotrisno, Desa Karangwinongan, Desa Betek, dan Desa Karobelah. Titik banjir terparah di Desa Kademangan.

”Saat ini katinggian air di dalam rumah warga mencapai 80 sentimeter kalau di jalan antara 120-160 sentimeter,” terang Puji Santoso, 47, salah satu warga Dusun Kabondalem, desa Kademangan, Kamis (23/1). 

Puji menerangkan, banjir yang merendam desanya sudah berlangsung sejak Selasa (21/1) malam.

Banjir dipicu meluapnya tiga sungai besar, yakni Sungai Gunting, Sungai Pancir, dan Sungai Catakbanteng.

Pada Rabu (22/1) pagi, air berangsur surut, namun Rabu (22/1) malam, hujan deras kembali mengguyur wilayahnya dan air kembali naik dan sampai sekarang (23/1) pagi banjir masih bertahan.

”Ini saya mau mengungsi ke taman kota. Sebab, ketinggian air di dalam rumah sudah mencapai 80 sentimeter. Kalaudi luar rumah antara 120-160 sentimeter,” imbuhnya.

Dampak banjir membuat warga kesulitan beraktivitas, termasuk untuk memasak lantaran dapurnya terendam banjir.

Beruntungnya, pemkab mulai menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

”Ini ada bantuan makanan siap saji dari BPBD Jombang, berupa snack dan roti,” kata Sofii, 54, warga lainnya.

Belum diketahui pasti berapa jumlah rumah-rumah warga terdampak, serta jumlah warga yang mengungsi.

”Sampai saat ini kita masih terus lakukan pendataan. Tim juga terus kita siagakan di lokasi banjir,” ungkap Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Kamis (23/1).

Wiku menerangkan, dari laporan sementara yang ia terima, hingga Kamis (23/1) sedikitnya ada tiga desa yang masih tergenang banjir.

Masing-masing Desa Madiopuro dan Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, dan Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

”Namun, report terakhir kondisinya berangsur surut,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jombang Hari Purnomo mengatakan, dampak banjir yang masih menggenang di beberapa wilayah sudah ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada pemdes masing-masing.

”Kita sudah koordinasi dengan Pemdes Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Pemdes Madiopuro dan Pemdes Talunkidul Kecamatan Sumobito. Hasilnya kita sepakati mulai hari ini desa mendirikan dapur umum di lokasi yang sudah ditentukan dan kita support logistiknya,” ujar dia (23/1).

Ia mengatakan, untuk penanganan banjir dinsos memang tidak mendirikan dapur umum. Karena dapur umum didirikan oleh desa. Namun pihaknya mendukung bahan makanan.

”Untuk dapur umum kita hanya mendirikan satu lokasi di Wonosalam bagi warga dan relawan yang bekerja dalam penanganan longsor,” pungkasnya. (ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#banjir #Kedua #Mojoagung #Jombang #Sumobito #hari