RadarJombang.id - Penyebaran kasus penyakit kuku dan mulut (PMK) di Jombang kian meluas.
Dalam sehari, Dinas Peternakan Jombang mencatat ada puluhan ekor sapi terpapar PMK.
Sampai (20/1), sudah ada 863 kasus. Rinciannya, 29 ekor mati dan 245 sembuh.
’’Insya Allah kesembuhan terus meningkat dan upaya penanganan terus kita gencarkan,’’ kata Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moh Saleh, kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (20/1).
Disinggung terkait adanya kompensasi bagi pemilik sapi mati dari pemerintah seperti dua tahun lalu, Saleh menyebut tak ada.
’’Sejauh ini untuk kompensasi tidak ada informasi. Yang jelas, kita terus tekan angka kematian dengan berbagai intervensi,’’ tandasnya.
Dinas juga melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim untuk mengkaji kemungkinan penetapan status kejadian luar biasa (KLB) agar bisa mencairkan belanja tidak terduga (BTT).
’’Untuk rencana penggunaan BTT kita koordinasi dengan pusat melalui Pemprov Jatim,’’ urainya.
Koordinasi dilakukan untuk membahas kemungkinan penetapan status KLB. Sebab, penetapan status KLB menjadi syarat pencairan BTT. ’’Ini masih dalam kajian,’’ tambahnya.
Saat ini, upaya yang dilakukan untuk menekan PMK adalah mempercepat vaksinasi.
’’Sejumlah pasar hewan yang ada sudah kita tutup kemarin. Kemudian saat ini kita terus lakukan vaksinasi,’’ terangnya.
Baca Juga: Disnak Jombang Mulai Suntik Vaksin PMK, DIlaksanakan Serentak Hingga Pekan Depan
Sebanyak 7.050 dosis vaksin yang diterima Pemkab Jombang beberapa waktu lalu ditarget rampung diberikan akhir Januari ini.
Selanjutnya, Pemkab Jombang akan mengusulkan permintaan vaksinasi tahap II.
’’Kita target rampung sampai 31 Januari. Ini setiap hari teman-teman keliling untuk vaksinasi PMK,’’ jelasnya. (ang/jif)
Editor : Achmad RW