RadarJombang.id - Pemkab Jombang juga tengah mengkaji kemungkinan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait penyebaran wabah PMK.
Pasalnya, penetapan tersebut berkaitan dengan penggunaan belanja tidak terduga (BTT) yang saat ini sangat dibutuhkan pemkab untuk penanganan wabah PMK.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo menyampaikan, penanganan wabah PMK di Jombang terus dilakukan.
Selain melakukan penutupan pasar hewan hingga percepatan vaksinasi, langkah pembahasan penggunaan BTT terus dilakukan.
”Untuk penggunaan BTT masih dalam kajian,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Ia menambahkan, kajian yang dimaksud adalah terkait penetapan status kejadian luar biasa (KLB).
Syarat untuk merealisasikan BTT maka harus ada penetapan status KLB terlebih dahulu.
Namun, syarat untuk menetapkan KLB salah satunya adalah kasus PMK harus lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
”Itu butuh kajian. Dan ini sekarang dalam pembahasan dengan bapak Pj bupati,’’ tambahnya.
Sementara itu, sembari menunggu kajian yang dilakukan jajaran Pemkab Jombang, Dinas Peternakan Jombang Bersama dinas terkait terus menggenjot vaksinasi massal PMK kepada ribuan hewan ternak.
Salah satunya, percepatan vaksinasi di sejumlah puskeswan. ”Kami sudah mulai melakukan vaksinasi serentak di lima puskeswan. Dinas peternakan mendapatkan alokasi vaksin tahap pertama sebanyak 7.050 dosis,” ujar dia.
Laporan per Sabtu (18/1) malam, tercatat ada 835 ekor sapi yang terjangkit PMK di Kabupaten Jombang.
Dengan rincian, 26 ekor potong paksa, 80 ekor sembuh, dan 484 ekor masih dalam kondisi sakit.
"Kami terus memantau perkembangan kasus ini dan berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi wabah PMK,’’ jelas dia.
Ia mengakui, jumlah sapi yang mati makin bertambah. Disinggung terkait adanya kompensasi bagi pemilik sapi mati dari pemerintah seperti dua tahun lalu, Saleh menyebut tak ada.
”Sejauh ini untuk kompensasi tidak ada informasi. Yang jelas, kita terus tekan angka kematian dengan berbagai intervensi,’’ tandasnya.
Dijelaskan, vaksinasi ini diberikan kepada sapi yang sehat untuk mencegah dan menekan penyebaran wabah PMK di Kabupaten Jombang.
Sementara, sapi sakit terus ditangani dengan berbagai langkah intervensi yang dilakukan tim dinas peternakan.
"Populasi sapi di Jombang mencapai 70 ribu ekor, dan vaksin berikutnya akan menyusul," tandasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW