RadarJombang.id – Berakhirnya libur Natal dan tahun baru 2025 juga diikuti dengan harga telur di pasar tradisional yang kini cenderung turun.
Sempat berada di angka Rp 29.000 per kilogram, saat ini telur ayam di Jombang dijual dengan harga Rp 25.000 per kilogram.
Salah satunya diungkapkan Kasiatun, 62, pedagang telur di Pasar Legi. Harga telur sejak seminggu terakhir turun.
”Sekarang jualnya Rp 25.000 per kilogram, sudah satu mingguan turun,” kata Kasiatun, Minggu (12/1).
Diakui, harga jual telur saat libur Nataru tinggi. Puncaknya mencapai Rp 29.000 per kilogram di awal tahun.
”Setelah itu turun jadi Rp 28.000 per kilogram, lalu Rp 27.000 dan sekarang Rp 25.000 per kilogram,” imbuh dia.
Kondisi itu menurut dia, terjadi setiap tahun. Utamanya ketika moment tertentu.
”Tiap tahun pasti naik, seperti mau hari raya ataupun Natal dan tahun baru,” ujar Kasiatun.
Turunnya harga telur berdampak ke penjualan. ”Waktu naik kemarin biasanya beli 1 kilogram dikurangi jadi setengah kilogram, sekarang sudah balik lagi,” tutur Kasiatun.
Selain menjual ke konsumen atau ngecer, dia juga menjual dalam bentuk peti. ”Selisihnya Rp 1 ribu per kilogram kalau beli petian,” ujar Kasiatun.
Hal serupa juga diungkapkan Amin pedagang telur lainnya. ”Sudah turun, normalnya ya segini Rp 25.000 per kilogram. Nggak tahu kalau nanti turun lagi,” sambung Amin.
Baca Juga: Harga Cabai di Jombang Sudah Tembus Rp 110 Ribu Perkilogram, Pedagang: Setiap hari Naik Harganya
Pantauan di laman Siskaperbapo (Sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok) di Jombang tingkat konsumen tercatat, di Pasar Pon harga telur Rp 25.000 per kilogram.
Sementara di Pasar Cukir dan Pasar Ploso per kilogramnya Rp 26.000. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW