RadarJombang.id - Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jombang sejak Senin (6/1) berdampak hingga Selasa (7/1).
Salah satunya, bisa dilihat di Dusun/Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito.
Di Dusun Trawasan, air terpantau masih menggenang hingga Selasa (7/1) siang.
Bahkan pantauan hingga pukul 12.00, air masih menggenang setinggi 60 sentimeter di titik terdalam.
Kondisi itu membuat jalur utama penghubung Peterongan-Sumobito terpaksa ditutup.
Jalan dijaga warga yang membantu pengendara beralih ke jalan yang tidak banjir.
’’Kondisinya masih tergenang, walaupun sudah mulai surut,’’ kata Towiyah, 52, salah satu warga Trawasan.
Air yang menggenang memang dampak dari hujan deras yang mengguyur Jombang sejak Senin (6/1) sore.
Air kiriman dari wilayah hulu berkumpul di saluran depan rumah Towiyah hingga meluap.
’’Pukul 24.00 masih di emperan airnya, masuk ke rumah sekitar pukul 02.00. Ini sudah langganan, dua sungai di depan itu pasti bikin banjir,’’ urai Towiyah.
Hingga Selasa (7/1) siang, puluhan rumah di lingkungannya masih terdampak banjir. Total, ada puluhan rumah yang terdampak.
’’Ada puluhan rumah di sini yang kena, satu RT ini, RT 2 RW 2 kena semua. Ini siang sudah agak surut, di dalam rumah sudah tidak ada air,’’ tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, membenarkan adanya banjir itu.
’’Banjir di Trawasan itu sisa dari banjir yang sebelumnya menggenangi sejumlah wilayah di Jombang dan Peterongan pada Senin (6/1) sore hingga malam,’’ ungkapnya.
Dampak dari hujan lebat yang turun sepanjang Senin. ’’Beberapa wilayah dalam kota sempat tergenang, Peterongan juga, namun akhirnya surut pada Senin (6/1) malam, dan tersisa di Trawasan sampai Selasa (7/1) siang,’’ imbuhnya.
Kendati masih tergenang, Wiku menyebut kemungkinan banjir itu tak akan bertahan lama dan akan surut pada Selasa (7/1) sore atau malam.
’’Semoga saja tidak ada hujan lebat dan lama lagi,’’ harapnya. (riz/jif/riz)
Editor : Achmad RW