Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dua Proyek Jembatan di Bareng Jombang Tuntas Tepat Waktu, Begini Respons Masyarakat

Ainul Hafidz • Selasa, 24 Desember 2024 | 13:59 WIB
RAMPUNG: Pekerjaan proyek jembatan di Dusun Banjarsari, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang, sudah tuntas dikerjakan.
RAMPUNG: Pekerjaan proyek jembatan di Dusun Banjarsari, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang, sudah tuntas dikerjakan.

RadarJombang.id – Proyek pembangunan dua jembatan imbas bencana di Kecamatan Bareng, Jombang tuntas tepat waktu.

Masing-masing di Dusun Banjarsari, Desa/Kecamatan Bareng, dan Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng.

Sudah dilakukan uji laik, Senin (23/12). Kedua jembatan kini sudah bisa dilalui pengendara.

Difungsikannya jembatan itu, mendapat apresiasi dari masyarakat.

”Terima kasih dengan adanya proyek ini, jembatannya sekarang lebih bagus dan lebih lebar,” kata Ali, salah satu pengendara yang melintas dilokasi.

Sementara itu, Manajer Proyek PT Timbul Persada Akhmad Irjik menjelaskan, proyek itu merupakan paket milik pemerintah pusat.

Pihaknya yang mengerjakan kedua proyek itu. Kontrak pekerjaan hingga 31 Desember.

TUNTAS: Proyek jembatan di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Jombang, sudah bisa dilalui pengendara.
TUNTAS: Proyek jembatan di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Jombang, sudah bisa dilalui pengendara.

”Jadi pekerjaan jembatan di Banjaragung dan Banjarsari sekarang sudah tuntas 100 persen, artinya sebelum kontrak habis sudah rampung,” kata Irjik kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (23/12).

Dijelaskan, karena sudah tuntas kedua jembatan dilakukan uji kelaikan.

”Hari ini (kemarin) sudah dilaksanakan uji jembatan dari ITS dan laik, sehingga  bisa dilintasi,” imbuh dia. Hasilnya, jembatan itu bisa dilalui pengendara.

”Sekarang kedua jembatan sudah dibuka dan bisa dilewati warga,” terang Irjik.

Jembatan itu kini memiliki panjang yang berbeda. Untuk jembatan di Desa Banjaragung membentang hingga 25,7 meter dengan lebar 8 meter.

Sedangkan jembatan di Dusun Banjarsari, Desa/Kecamatan Bareng panjangnya membentang 27,8 meter dengan lebar 8 meter.

”Lebar aspal jembatan 6 meter, karena kanan dan kiri kedua jembatan ada trotoarnya,” lanjut Irjik.

Diakui, jembatan itu kini juga semakin lebar. Mengikuti aturan dari pemerintah pusat. Batas minimal lebar jembatan 8 meter.

”Dari eksisting awal hanya 3,5 meter. Sekarang lebih lebar lagi mengikuti acuan Kementerian PU,” tutur dia.

Diharapkan, sudah dibukanya jembatan itu ke depan berdampak positif ke masyarakat. Terlebih menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2025.

”Secara tidak langsung masyarakat sekarang sudah bisa melewati jembatan secara maksimal, sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat,” lanjur Irjik.

Kedua jembatan juga kini memiliki nama. Untuk jembatan di Desa Banjaragung dinamai Jembatan Sadar.

Sedangkan jembatan di Dusun Banjarsari, Desa/Kecamatan Bareng kini namanya menjadi Jembatan BBE (Bhakti Bapak Emak).

”Jadi untuk 360 hari ke depan atau sepanjang 2025 pemeliharaan masih menjadi tanggungan kami,” kata Irjik. (fid/ang)

Editor : Achmad RW
#kementerian pu #Jembatan #Proyek #Jombang #Banjarsari #bareng #Banjaragung #Tuntas #PT Timbul Persada