RadarJombang.id - Proyek pembangunan instalasi gawat darurat ( IGD) lantai dua dan tiga RSUD Ploso molor dari masa kontrak.
Proyek senilai Rp 4,9 miliar itu seharusnya selesai pada akhir November lalu. Tetapi hingga Kamis (19/12) pekerjaan belum selesai.
Seperti pantauan koran ini, nampak para pekerja masih sibuk memasang alumunium composite panel (ACP).
Pejabat pembuat komitmen (PPK) RSUD Ploso, Saean Efendi, membenarkan, proyek pekerjaan dari anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) itu masih belum selesai.
’’Pekerjaan tinggal sedikit-sedikit,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.
Saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 98 persen.
’’Insya Allah tanggal 22 Desember ini bisa selesai,’’ terangnya.
Karena mengalami keterlambatan pekerjaan, kontraktor dikenakan denda keterlambatan sesuai dengan kontrak yakni 1/1.000 per hari dari nilai kontrak.
’’Sudah diberlakukan denda,’’ tegas Saean.
Proyek pembangunan gedung IGD RSUD Ploso Jombang yang kini masih molor jadi sorotan karena ada indikasi proyek tersebut dikerjakan oleh pihak kedua.
Hal itu ditengarai sebagai sumber utama penyebab molor.
Baca Juga: Tak Perlu Antre, Begini Cara Mengakses Layanan Antar Obat Gratis di RSUD Ploso Jombang Secara Online
’’Pekerjaannya sekarang sudah dikerjakan sendiri sama yang menang lelang (CV yang beralamat di jalan nomor 4 Puhun Pintu Kabun, Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat),’’ kata M, salah satu sumber yang namanya enggan dipublikasikan. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW