RadarJombang.id – Banjir merendam dua desa di kecamatan Kesamben Jombang akibat meluapnya Afvour Watudakon mendapat perhatian serius Pemprov Jatim.
Sebagai penanganan jangka panjang, muncul opsi di antaranya bakal membuat kolam retensi hingga menormalisasi sepanjang saluran buang atau Afvour Watudakon.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, hingga kini penanganan pascabanjir akibat luapan Afvour Watudakon masih berlangsung.
Selain itu, sudah ada pertemuan membahas terkait pencegahan banjir ke depan.
”Jadi sudah ada pertemuan antara BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas, PJT (Perum Jasa Tirta), PSDA Jatim dan kabupaten/kota terdampak banjir, terutama yang diakibatkan Afvoer Watudakon,” kata Bayu dikonfirmasi, Kamis (19/12).
Dalam pertemuan menelurkan sedikitnya empat keputusan. Baik jangka panjang maupun jangka pendek sebagai antisipasi banjir.
”Pertama, akan ada pembuatan kolam retensi di sebalah timur Afvoer Watudakon yang dekat dengan Sungai Brantas. Lokasinya di Mojokerto dengan pengampu BBWS Brantas,” ujar Bayu.
Kedua, lanjut Bayu, rencana mengubah pola aliran Afvour Balongkrai di Kabupaten Mojokerto. Ke depan tak langsung dialirkan ke Afvour Watudakon.
”Jadi akan ada pola mengubah alur Afvour Balongkrai di Mojokerto dialirkan langsung ke Sungai Ngotok Ring Kanal, sehingga beban Afvoer Watudakon ke depan murni dari Jombang saja,” tutur dia.
Sebab, lanjut Bayu, posisi hidrografi Afvour Watudakon ketika meluber hingga mengakibatkan banjir belasan hari ke permukiman sudah melebihi kapasitas.
”Karena kapasitas atau kemampuannya 80 meter kibik per detik, setelah ada kondisi hujan dan segala macam meningkat menjadi 120 meter kibik per detik, artinya ada 40 meter kibik per detik air yang tidak bisa tertampung,” ujar dia.
Opsi keempat, melakukan normalisasi sepanjang Afvour Watudakon. Ini merupakan rencana jangka pendek.
Baik Pemkab Jombang maupun pemilik kewenangan saluran bakal sama-sama berbagi peran.
”Jadi istilahnya nanti keroyokan, baik di Jombang maupun Mojokerto,” ujar Bayu. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW