Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jelang Nataru, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Jombang Merangkak Naik

Azmy endiyana Zuhri • Sabtu, 14 Desember 2024 | 01:46 WIB

 

enjual sayur di Pasar Pon Jombang menyebut ada kenaikan harga jelang nataru
enjual sayur di Pasar Pon Jombang menyebut ada kenaikan harga jelang nataru

RadarJombang.id - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga kebutuhan bahan pangan seperti sayuran dan bumbu dapur di Jombang mulai naik. Kenaikan harga ini sudah terjadi selama sepekan kemarin.

Seperti di Pasar Pon Jombang, harga sayuran rata-rata mengalami lonjakan.

Heri Kurniawan salah satu pedagang sayur di Pasar Pon Jombang mengatakan, kenaikan harga sayuran ini terjadi sejak seminggu kemarin.

”Masalah harga ya sebagian ada yang tetap, ada juga yang naik sedikit, tapi ada juga yang naik drastis, ya naiknya agak tinggi," kata Heri.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ada beberapa bahan sayuran yang naiknya secara drastis, yakni harga mentimun, tomat, dan terong.

"Yang naiknya tinggi sekali itu harga mentimun, habis itu tomat juga, dan terong. Tomat dulu harganya Rp 7 ribu per kilogram (kg), sekarang naik jadi Rp 15 ribu per kg," ujarnya.

Kemudian, lanjut Heri, mentimun sebelumnya Rp 4 ribu per kg , sekarang naik jadi Rp 12 ribu per kg.

”Terong juga, harga biasanya Rp 4 ribu per kg, sekarang naik jadi Rp 8 ribu," tuturnya.

Ia menegaskan, harga sayuran lainnya tidak mengalami kenaikan yang cukup drastis, karena sayuran itu di tingkat petani masih bisa didapatkan.

"Yang naik lagi, cuman gak naik drastis itu seperti harga wortel, kentang, gubis, sama cabai, itu ya naik tapi gak banyak, rata-rata Rp 1.000 per kg," kata Heri.

Seperti cabai rawit, sebelumnya per kg Rp 22 ribu, sekarang naik jadi  Rp 24 ribu per kg. Cabai besar sebelumnya Rp 18 ribu, sekarang naik jadi Rp 21 ribu per kg.

Baca Juga: Harga Jualnya Puluhan Juta Rupiah, Ini 6 Fakta Penting Kucing British Shorthair yang Menggemaskan

Lebih lanjut ia mengatakan, naiknya harga ini mendekati momen Natal dan tahun baru. Sehingga permintaan meningkat.

Akan tetapi pasokan di tingkat petani kurang, dikarenakan saat ini memasuki musim hujan, sehingga tanaman sayur di tingkat petani banyak yang rusak.

"Sayurannya banyak yang rusak di petani, sehingga pasokan kurang, dan pembelinya banyak. Jadi yang beli sekarang dikurangi jumlah pembeliannya, biasanya beli 2 kg, sekarang beli 1 kg," tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Iqbal salah satu pembeli sayuran di Pasar Pon Jombang mengaku, kenaikan harga sayuran karena faktor musim penghujan ini tidak terlalu besar pengaruhnya.

Hal ini dikarenakan meski naik, ia juga membutuhkan sayuran di pasar untuk keperluan dagangannya, di warung.

”Ini tadi belanja sayur buat sambal, belanja tomat, cabai, kemiri. Harganya naik sih mas jelang Natal dan tahun baru yang utama ini tomat sama cabai, buat bahan sambal," kata Iqbal.

Meski demikian, ia berharap agar pemerintah segera melakukan upaya intervensi pasar, sehingga harga sayuran di pasar kembali normal.

”Kalau bawang merah sama bawang putih masih sama. Ya memang naik harganya, kalau kita bilang keberatan ya gak enak, karena kita juga butuh buat bahan sayuran, tapi kalau bisa ya harganya normal lah, biar enak lah mas buat pedagang,” pungkasnya. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#sayuran #harga #Jombang #Pasar #bumbu #nataru #naik